Indramayu, intip24news.com –
Kabupaten Indramayu yang dikenal sebagai salah satu penghasil minyak dan gas terbesar di Asia, khususnya di wilayah Balongan, kembali tercoreng akibat ulah segelintir oknum yang memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi. Salah satunya adalah dugaan pengoplosan gas elpiji 3 kg ke tabung 12 kg oleh seorang warga Dusun Kesan, Desa Salamdarma, Kecamatan Anjatan.
Oknum berinisial CKM, yang diduga sebagai pelaku, dilaporkan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Penjara Indonesia Cabang Indramayu, Waryono, kepada Aparat Penegak Hukum (APH) setelah diduga melakukan praktik berbahaya tersebut.
Dalam keterangannya, Waryono mengungkapkan bahwa ia awalnya mencium bau menyengat dari sebuah pangkalan gas milik CKM. “Karena bau yang mencurigakan, saya datangi langsung tempat tersebut. Saya lihat dengan mata kepala sendiri, dia sedang menyuntik gas dari tabung 3 kg ke 12 kg. Saya tegur secara baik-baik karena dia tetangga saya. Saya bilang, ‘Sudahi perbuatanmu sebelum orang lain tahu dan kamu kena masalah’,” ujar Waryono.
Namun, teguran itu tidak diindahkan. “Setelah beberapa hari tidak ada perubahan, akhirnya saya melaporkan kejadian itu ke Polsek Anjatan melalui pesan WhatsApp,” lanjutnya.
Pihak kepolisian kemudian melakukan pengecekan ke lokasi. Namun, menurut Waryono, saat petugas datang, aktivitas pengoplosan sudah tidak terlihat. “Kemungkinan mereka mengetahui rencana kedatangan polisi, jadi tempatnya sudah bersih, tak ada sisa kegiatan,” ucapnya dengan nada kecewa.
Sementara itu, CKM yang dikonfirmasi awak media membantah keras tuduhan tersebut. Ditemui di kediamannya bersama istri dan salah satu pekerja berinisial BD, CKM mengatakan, “Saya tidak mengoplos gas, Pak. Petugas dari Polsek Anjatan pun sudah datang dan tidak menemukan apa pun.”
Ia juga menambahkan bahwa dirinya memiliki izin resmi sebagai pengepul gas elpiji. “Surat-surat kami lengkap, ini buktinya,” imbuh CKM sambil menunjukkan dokumen.
Namun pernyataan berbeda disampaikan oleh Iwan, warga sekitar yang mengaku menyaksikan langsung aktivitas tersebut. “Saya mencium bau gas yang sangat menyengat. Saat saya dekati sumbernya, saya melihat mereka sedang menyuntik gas. Tapi saya tidak sempat memfoto atau merekam karena panik,” kata Iwan.
Iwan kemudian melaporkan temuannya kepada Waryono, yang langsung menindaklanjuti dengan melaporkan ke aparat.
“Saya sebagai warga sangat berharap agar APH segera menindaklanjuti laporan ini. Jangan sampai praktik oplosan gas seperti ini dibiarkan karena sangat berbahaya dan merugikan masyarakat,” tutup Iwan.
(Atim Sawano)














































