Ketika Presiden Taiwan Tsai Tanggapi Tawaran Damai Presiden China Xi Jinping

INTIP24NEWS.COM – Presiden China Xi Jinping berjanji untuk memajukan upaya reunifikasi dengan Taiwan. Xi menyampaikan hal itu pada sesi pembukaan Kongres Nasional Partai Komunis ke-20, di mana ia memuji keberhasilan partai dalam mempertahankan keamanan nasional dan stabilitas sosial.

Xi menekankan bahwa “rekan senegaranya Taiwan” tidak boleh menganggapnya sebagai ancaman.

Pemimpin PKC itu menjelaskan bahwa peringatan itu tidak ditujukan kepada mereka warga penduduk serumpun, melainkan pihak luar dan beberapa separatis yang menginginkan kemerdekaan Taiwan.

“Penduduk di kedua sisi Selat Taiwan agar bekerja sama mempromosikan budaya Tiongkok dan menjalin ikatan yang lebih erat,” ujar Xi.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, “Beijing selalu menunjukkan rasa hormat dan kepedulian terhadap rekan senegaranya di Taiwan dan bekerja untuk memberikan manfaat bagi mereka”.

Sementara itu, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah bereaksi terhadap pidato kongres partai pemimpin China Xi Jinping dengan menekankan bahwa pulau itu tidak akan mundur pada kedaulatannya atau kompromi pada demokrasi yang dipegangnya.

Mayoritas dari 23,5 juta penduduk Taiwan menolak pendekatan “satu negara, dua sistem” China, kata juru bicara Tsai dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (16/10).

Diketahui, Beijing juga menggunakan kebijakan serupa untuk mengatur hubungannya dengan wilayah administratif khusus China di Hong Kong dan Makau.

Namun Taiwan tetap berpegang teguh pada kedaulatan dan pemerintahan demokratisnya adalah “sangat tegas,” kata juru bicara kepresidenan.

Konfrontasi militer antara Taiwan dan China “jelas bukan pilihan bagi kedua belah pihak,” tambah juru bicara itu.

“Taipei bersedia bekerja dengan Beijing untuk menemukan “cara yang dapat diterima bersama untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.” tegasnya.

Taiwan telah memiliki pemerintahan sendiri sejak tahun 1949, tetapi tidak pernah secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan dari China.
Beijing menganggap pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya.

Ketegangan antara Taipei dan Beijing telah meningkat sejak kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan Agustus ini.

China mengatakan bahwa langkah itu merupakan pelanggaran terhadap kedaulatannya dan mengeluarkan tanggapan yang marah, meluncurkan latihan besar-besaran di Selat Taiwan dan memberlakukan pembatasan perdagangan di pulau itu.

Sumber: RT
Editor: Hasan M

Pos terkait