INTIP24 news – Pejabat senior Hamas Saleh al-Arouri tewas dalam serangan pesawat tak berawak Israel di Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut pada hari Selasa. Al-Arouri terbunuh bersama empat anggota kelompok lainnya yang juga terbunuh.
Samir Findi Abu Amer dan Azzam Al-Aqraa Abu Ammar, pemimpin sayap bersenjata Hamas, Brigade Qassam, juga tewas, kata Hamas dalam pesan di saluran Telegramnya.
Laporan tersebut menyebutkan empat anggota kelompok lainnya yang juga terbunuh.
Sebelumnya, Kantor Berita Nasional Lebanon mengatakan ledakan itu menewaskan sedikitnya enam orang dan dilakukan oleh pesawat tak berawak Israel.
Hamas mengatakan pembunuhan al-Arouri tidak akan mempengaruhi perlawanan atas Israel.
“Ini sekali lagi membuktikan kegagalan musuh dalam mencapai tujuan agresifnya di Jalur Gaza,” kata pejabat senior Hamas Izzat al-Rishq dalam sebuah pernyataan.
Pemimpin utama Hamas, Ismail Haniyeh, mengutuk serangan itu sebagai “aksi teroris”, pelanggaran kedaulatan Lebanon, dan perluasan lingkaran permusuhan Israel terhadap warga Palestina.
Haniyeh mengatakan dalam pidatonya di televisi bahwa Hamas “tidak akan pernah dikalahkan”.
Sementara Penasihat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Mark Regevmengatakan kepada saluran berita Amerika Serikat MSNBC bahwa Israel tidak bertanggung jawab atas serangan itu tetapi “siapa pun yang melakukannya, harus jelas bahwa ini bukan serangan terhadap negara Lebanon”.
“Siapa pun yang melakukan ini melakukan serangan bedah terhadap kepemimpinan Hamas,” kata Regev dalam sebuah wawancara.
Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mengutuk pembunuhan tersebut. “Serangan itu “bertujuan untuk menarik Lebanon ke dalam fase konfrontasi baru dengan Israel.
















































