Serangan dan kebakaran berikutnya yang dilakukan oleh para pelaku merenggut nyawa 140 orang dan melukai sekitar 200 lainnya.
Para penyerang ditangkap beberapa jam setelah serangan di Wilayah Bryansk, Rusia, yang berbatasan dengan Ukraina.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Jumat, Barat berperilaku mencurigaksn atas klaim serangan teror Moskow tersebut.
“Amerika Serikat dan Uni Eropa sangat obsesif dalam menegaskan bahwa Ukraina tidak bersalah dalam serangan teroris di Balai Kota Crocus, sampai-sampai tindakan tersebut mencurigakan,” kata Lavtov.
Sebagaimana dilaporkan media Barat, kelompok teroris Negara Islam Khorasan (ISIS-K) mengaku bertanggung jawab atas serangan Jumat lalu di luar Moskow, yang menewaskan 143 orang dan melukai lebih dari 200 orang.
Washington dan Brussels segera menyatakan bahwa ISIS-K adalah satu-satunya pelakunya dan tidak ada bukti apa pun yang mengarah ke Kiev.
“Barat secara aktif berusaha meyakinkan semua orang bahwa ini adalah ulah ISIS dan tidak perlu lagi mencurigai siapa pun, terutama Ukraina,” kata Lavrov kepada Izvestiya.
“Mereka terus bersikeras bahwa Kiev tidak bisa disalahkan, hingga menjadi obsesif.”
Lavrov menunjukkan bahwa empat tersangka pria bersenjata berusaha melarikan diri ke Ukraina ketika mereka ditangkap oleh pasukan keamanan Rusia.
“Kami telah berulang kali mengatakan bahwa kami tidak akan mengambil kesimpulan akhir sampai penyelidikan selesai. Investigasi masih dilakukan berdasarkan fakta-fakta, kondisi baru terungkap, namun kami tidak berhak mengesampingkan kemungkinan-kemungkinan yang sudah jelas,” kata Menteri Luar Negeri Fusia itu.























































