INTERNASIONAL

Raja Maroko Sambut Kunjungan Kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Dar al-Makhzen

INTIP24 News – Pemimpin Kerajaan Maroko, King Mohammed VI, memberikan sambutan hangat kepada koleganya, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, sesaat setelah tiba di Istana Dar al-Makhzen di Rabat, Ibukota Maroko, Senin, 28 Oktober 2024. Demikian disampaikan oleh pejabat bagian informasi Kantor Pemerintahan Kerajaan Maroko yang dikirimkan ke Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (PERSISMA) di Jakarta, hari ini Selasa, 29 Oktober 2024. “Yang Mulia King Mohammed VI, semoga

INTERNASIONAL

Kenapa Italia, Prancis, dan Spanyol Enggan Gabung dengan AS dan Inggris Gempur Yaman?

INTIP24 News – Keengganan Italia, Prancis, dan Spanyol untuk ikut serta dalam serangan AS dan Inggris terhadap militan Houthi di Yaman karena lebih mempertimbangkan pendekatan yang lebih menahan diri. Prancis tidak ikut serta dalam serangan AS dan Inggris karena kekhawatiran akan kehilangan pengaruhnya dalam pembicaraan untuk meredakan ketegangan antara Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah di Lebanon. Dikutip dari Reuters, Roma, Paris, dan Madrid menginginkan pendekatan

INTERNASIONAL

Ultimatum Berakhir, Pemimpin Kudeta Militer di Niger Tolak Mundur dan Bersumpah Melawan

INTIP24 – Pemimpin kudeta di Niger telah mengabaikan ultimatum untuk mengakhiri kendali atas pemerintahan setelah menggulingkan Presiden Mohamed Bazoum. Ultimatum yang memberi batas waktu telab berakhir pada hari Mknggu itu ditetapkan oleh Perhimpunan Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS). Melansir RTNews, ECOWAS mengeluarkan ultimatum satu minggu kepada para pemimpin kudeta minggu lalu, menuntut Jenderal Abdourahamane Tchiani dan kabinetnya mundur dan mengembalikan Presiden Mohamed Bazoum kembali memerintah.

INTERNASIONAL

Kerusuhan di Prancis Pecah Menyusul Polisi Tembak Mati Pemuda 17 Tahun

INTIP24 – Kerusuhan meletus di Prancis Setelah Polisi Menembak Nahel Berusia 17 Tahun. Kematian Naël telah memicu kekerasan dan keresahan yang meluas di seluruh Prancis. Para pengunjuk rasa adalah kaum kiri dan Muslim yang terlibat dalam perusakan properti, serangan terhadap bisnis dan gedung pemerintah, dan bahkan menargetkan petugas polisi. Tuntutan mereka akan ‘keadilan’ untuk Naël tampaknya digunakan sebagai alasan untuk melanggengkan kekacauan lebih lanjut. Tindakan

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.