Opini
(Catatan: KH Ronggosutrisno/Next Sayati Center)
Menghadapi perhelatan demokrasi nasional lima tahunan, adalah sangat menarik untuk dibicarakan rencana deklarasi koalisi tiga partai politik berintegritas, yaitu Nasdem, PKS dan Demokrat.
Koalisi yang akan dibangun bersama itu dilandasi ‘equal partnership’, yakni saling menghormati mekanisme internal dari masing-masing partai.
‘Koalisi Perubahan’, demikian nama koalisi yang bakal dibentuk, tentu saja merupakan Koalisi Kebangsaan yang diharapkan bakal solid.
Untuk itu Nasdem, PKS dan Demokrat sebagai calon mitra koalisi diharapkan lebih banyak mendengar aspirasi publik.
Dideklarasikan segera adalah perihal yang terbaik, seiring dengan harapan publik untuk Indonesia yang lebih baik. Begitulah kurang lebih publik dan masyarakat berharap kepada ketiganya.
Pencapresan Anies Baswedan yang telah dideklarasikan oleh Nasdem. pun ketiga partaii menilai, sebagai salah satu capres 2024 mendarang Anies merupakan figur harapan publik.
Lantas, soal siapa gerangan cawapresnya, hal itupun sudah sejak lama dibahas bersama oleh tim kecil dari ketiga partai politik penggagas Koalisi Perubahan.
Penulis sangat yakin, persoalan perbedaan siapa cawapres yang akan berpasangan dengan Anies Baswedan, sekali lagi tentu saja sudah dibicarakan oleh ketiga partai dengan berbagai pertimbangan lapang hati demi kemaslahatan bangsa dan negara.
Sejauh ini, tim kecil masih terus melakukan pembicaraan tentang rencana deklarasi koalisi. Dengan melihat integritas dan kapabilitas para anggota tim kecil yang ditugasi sebagai juru runding, maka deklarasi dan siapa bakal calon Wakil Presiden Anies hanya tinggal tunggu tanggal.
Memang dapat dipahami, menyimak dinamika politik yang berkembang dalam waktu yang kian mendekati proses pemilu, tidak sedikit yang berpendapat bahwa Koalisi Perubahan bakal kandas di tengah jalan.
Namun demikian harap dipahami, perjalanan panjang ketiga partai, PKS, Demokrat dan Nasdem untuk saat ini dipandang sangat solid. Rasanya tidak mungkin dapat diintervensi oleh siapapun dan oleh kekuatan apapun.
Jika kita tinjau dan analisa beberapa faktor dan kondisi, mohon maaf, Agus Harimurti Yudhoyono yang akrab disapa AHY memang figur politikus yang masih hijau diantara yang ada, apalagi aktifitasnya di partai politik, masih sangat muda, baik umur maupun pengalaman memimpin sebuah partai politik.
Sebagai lulusan Akademi Militer lulusan terbaik tahun 2000, AHY telah mengabdi selama 16 tahun pada intitusi TNI dengan pangkat terakhir Mayor AD.
AHY mengajukan pensiun dini dari TNI dan selanjutnya memilih berkarier sebagai politikus dengan aktif di partai politik besutan ayahandanya mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), saat ini AHY dikenal sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Pilihan ini sangat luar biasa untuk seorang anak muda. Padahal karier di militer sebagai penerima Adimakayasa sangat menjanjikan. Ini merupakan pilihan yang luar biasa beraninya.
Begitu juga perihal Surya Paloh dan Nasdemnya. Harus pula dipahami bahwa Surya Paloh sosok yang dikenal berintegritas dan sangat menjunjung kesetaraan. Pasti saja sudah memperhitungkan segala persoalan yang bakal menghadang, baik berupa gangguan yang akan diterima berserta resiko politik sebagai imbas mengusung seorang Anies Baswedan sebagai Capres tahun 2024.
Saya setuju apa kata banyak teman, terutama Rocky Gerung, bahwa; Surya Paloh orang yang punya prinsip sangat kuat dan berani. Hal itu diucapkan Rocky dalam sebuah tayangan youtubenya, Rocky Gerung Official bersama jurnalis senior Hersubeno Arif dari Forum News Network (FNN) pada Minggu (29/1/23).
“Mungkin dia telah berhitung bahwa bisnisnya akan diganggu dengan segala macam persoalan, ya Surya Paloh sudah dihitung dengan baik dan benar. Atau memang sudah dalam perhitungan nya. Surya Paloh punya watak yang kuat, dan sulit dirubah.” ujar Rocky.
Sedangkan untuk Partai Keadilan Sejahtera atawa PKS, partai politik yang sejak kekahirannya memang sangat terbiasa sebagai partai oposisi. Jadi soal tekanan politik dan iming-iming jabatan tak perlu diragukan sikap dan pendiriannya.
Perlu diingat, pada awal pembentukannya, personil PKS yang dahulu bernsma Partai Keadilan (PK) diisi para aktifis HMI, PII serta atifis kampus. dan juga para Rohis di sekolah-sekolah menengah, mereka dikenal sangatlah Berintegritas… !
KH Ronggosutrisno













































