INTIP24NEWS | LEBAK – Seba Baduy adalah acara tradisi masyarakat suku Baduy yang tinggal di kawasan Kanekes dan kaki pegunungan Kendeng Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Acara Seba Baduy ini merupakan sebuah tradisi upacara yang dilakukan dalam rangka menyampaikan rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah dalam kurun waktu satu tahun.
Selain selalu digelar setiap tahunnya, Seba Baduy juga diikuti dengan prosesi silaturahmi antara masyarakat Suku Baduy dengan pemerintah setempat. Baik pemerintah Kabupaten Lebak, maupun Pemerintah Provinsi Banten.
Tahun ini acara Seba Baduy dilaksanakan pada tanggal 5-7 Mei 2022. Seperti yang terjadi siang tadi di Kabupaten Lebak. Sekitar 100 warga Baduy melaksanakan upacara Seba Baduy ke Pendopo Bupati Lebak.
100 Warga Baduy yang terdiri dari warga Baduy Dalam yang berpakaian khas Baduy putih-putih dengan Warga Baduy luar yang berpakaian khas warna biru tua.
Mereka dipimpin oleh Jaro Saija, salah seorang pemimpin adat Baduy dari Kanekes.
Sementara jajaran Pemkab Lebak dan tokoh masyarakat hadir menyambut acara ritual tahunan ini.
Dengan semangat silaturahmi dan rasa syukur karena acara Seba Baduy kali ini bertepatan dengan suasana hari raya Idul Fitri bagi ummat Islam.
Beda dari biasanya, kunjungan warga Baduy tahun ini sengaja dibatasi hanya sampai 100 orang mengingat masih adanya ancaman pandemi COVIt 19 di Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten.
Setelah bersilaturahmi dengan Bupati Lebak, yang diwakili Wakil Bupati H. Ade Sumardi, karena Bupati Hj. Iti Oktavia Jayabaya sedang dalam keadaan kurang sehat.
Dari pendopo Kabupaten Lebak, warga Baduy melanjutkan perjalanan ke Pendopo Gubernur Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten KP3B, untuk menemui Gubernur Banten H. Wahidin Halim dan jajarannya.
Acara Silaturahmi Akbar warga Baduy ini terus terpelihara sejak zaman Kesultanan sampai era kepemimpinan modern saat ini.
Pada setiap acara prosesinya, warga Baduy menempuh perjalanan dari wilayah mereka sejauh 50 km ke Pendopo Bupati Lebak dan 80 Km ke Pendopo Gubernur Banten.
Laporan: Mohamad Jamin (Lebak) dan Wahyudin Syafei (Provinsi Banten)


















































