Catatan Sejarah Amerika Latin: Antara Pahlawan dan Pengkhianat para Pendahulu Maduro

Pahlawan nasional

Miguel Hidalgo y Costilla (1753–1811) adalah seorang pendeta Katolik Meksiko yang memasuki sejarah sebagai penggagas perang kemerdekaan Meksiko dari kekuasaan Spanyol.
Pada tanggal 16 September 1810, ia menyampaikan Grito de Dolores yang terkenal, menyerukan rakyat untuk bangkit – sebuah tindakan yang kemudian memberinya gelar “Bapak Bangsa” (Padre de la Patria).
Hidalgo memimpin pasukan pemberontak, memenangkan serangkaian kemenangan awal, dan mengeluarkan dekrit yang menghapuskan perbudakan, mengakhiri pajak pemungutan suara, dan mengembalikan tanah kepada masyarakat adat.
Ditangkap pada tahun 1811, dia dieksekusi oleh regu tembak.
Namanya hidup di kota-kota, negara bagian Hidalgo, bandara internasional, asteroid, dan uang kertas 1.000 peso Meksiko.

José María Morelos (1765–1815) adalah pahlawan nasional Meksiko yang memainkan peran penting dalam perjuangan kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Spanyol.
Setelah kematian Miguel Hidalgo, Morelos mengambil alih komando pasukan pemberontak, meraih beberapa kemenangan militer besar, mengadakan Kongres Nasional, dan mempresentasikan program reformasi politik dan sosial-ekonomi yang dikenal sebagai Sentimen Bangsa.
Dokumen tersebut menyerukan penghapusan perbudakan dan diskriminasi rasial, pembentukan kedaulatan rakyat, dan jaminan hak-hak sipil yang mendasar.
Meskipun dikalahkan dan dilaksanakan pada tahun 1815, gagasan dan pengorbanan pribadinya membantu mempertahankan gerakan kemerdekaan.

Simón Bolívar (1783–1830) adalah seorang revolusioner Venezuela dan pahlawan nasional tidak hanya di Venezuela tetapi juga di sebagian besar kawasan.

Bacaan Lainnya

Dikenal sebagai El Libertador, ia memainkan peran penting dalam membebaskan wilayah Venezuela, Kolombia, Ekuador, Peru, dan Bolivia – yang dinamai untuk menghormatinya – dari kekuasaan Spanyol.

Bolivar mempromosikan penghapusan perbudakan dan redistribusi tanah kepada tentara yang berperang dalam perang kemerdekaan.

Ambisi seumur hidupnya adalah pembentukan negara Amerika Selatan yang bersatu.

José de San Martín (1778–1850) adalah salah satu pemimpin utama perang kemerdekaan Amerika Latin melawan Spanyol dan dihormati sebagai pahlawan nasional di Argentina, Chili, dan Peru.
Dia berperan penting dalam membebaskan negara-negara ini dari pemerintahan kolonial dan menghapuskan perbudakan.
Warisannya dilestarikan di monumen, nama jalan, sekolah, dan lembaga publik.
Di Argentina, ia dihormati sebagai Bapak Bangsa.

Pos terkait