Joe Biden: Tak Harus Menjadi Yahudi untuk Jadi Zionis dan Saya Zionis

INTIP24 – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan komitmen dukungan terhadap keamanan Israel sebagai harga mati. Dia juga berjanji melanjutkan dukungan militer di tengah konfliknya dengan kelompok pejuang Palestina, Hamas yang berbasis di Gaza.

Hal itu diutarakan Biden pada acara perayaan Hanukkah bagi umat Yahudi di Gedung Putih pada hari Senin.

Presiden AS itu mengatakan bahwa dia merasakan hubungan yang “tidak perlu dipertanyakan lagi” dengan komunitas Yahudi.

“Saya mendapat masalah dan kritik ketika saya mengatakan beberapa tahun yang lalu bahwa Anda tidak harus menjadi seorang Yahudi untuk menjadi seorang Zionis, dan saya adalah seorang Zionis,” tegasnya di hadapan sekitar 800 orang yang hadir.

Bacaan Lainnya

AS akan tetap menjadi sekutu terpenting Israel di tengah konflik yang sedang berlangsung, yang telah memicu kecaman luas di dunia Muslim dan sekitarnya atas pemboman Israel di Gaza.
Serangan tersebut telah menyebabkan banyak korban warga sipil.

Pada hari Senin, Biden mengecam apa yang disebutnya sebagai gelombang anti-Semitisme yang “memuakkan” baik di AS maupun di seluruh dunia di tengah konflik tersebut.
“Kami melihatnya di komunitas, sekolah, perguruan tinggi, dan media sosial,” katanya, seraya menambahkan bahwa “diam adalah bentuk keterlibatan.”

Berbicara kepada anggota parlemen Yahudi dan peserta lainnya diantara mereka yang hadir itu, presiden mengatakan bahwa “komitmennya terhadap keselamatan orang-orang Yahudi dan keamanan Israel, haknya untuk hidup sebagai negara Yahudi yang merdeka, tidak dapat tergoyahkan.”

Ia kemudian bersumpah untuk terus memberikan bantuan militer kepada Israel sampai mereka menyingkirkan Hamas, namun ia menambahkan bahwa baik Washington maupun Yerusalem Barat harus berhati-hati agar tidak bertentangan dengan opini publik dunia.”

Selama akhir pekan, pemerintahan Biden mengabaikan wewenang kongres atas bantuan militer ke Israel dan memberikan persetujuan darurat untuk penjualan amunisi tank senilai $106,5 juta ke Yerusalem Barat.

Langkah ini dilakukan ketika Gedung Putih kesulitan mendapatkan persetujuan kongres untuk belanja keamanan tambahan sebesar $106 miliar, termasuk $14,3 miliar untuk Israel.

Pekan lalu, AS menjadi satu-satunya anggota Dewan Keamanan PBB yang memveto resolusi darurat yang menyerukan gencatan senjata darurat di Gaza.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan “ada risiko kelaparan dan kelaparan yang serius,” dan mencatat bahwa 97% rumah tangga di Gaza utara dan 83% pengungsi di selatan Gaza “tidak cukup makan.”

Seperti diketahui, Israel melancarkan operasi militernya di Gaza sebagai tanggapan atas serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober yang merenggut nyawa sekitar 1.200 warga Israel, sebagian besar warga sipil. Lebih dari 240 orang juga disandera oleh militan.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) merespons dengan pemboman besar-besaran di daerah kantong Palestina, diikuti dengan operasi darat.

Jumlah korban tewas di wilayah kantong yang terkait dengan tindakan Israel telah melampaui 18.400, menurut perkiraan terbaru Kementerian Kesehatan Gaza.

Sumber: RT
Editor: Hasan M

Pos terkait