Kemarahan yang Memuncak di Gaza, Akankah Perang Israel-Hamas Memicu Perang Salib Baru?

Zionis Israel telah menggempur wilayah Gaza di Palestina dengan serangan udara masif, menewaskan sedikitnya 7.000 jiwa, sebagian besar anak-anak. Tindakan militer negara Yahudi itu sebagai tanggapan atas serangan kelompok Hamas sebelumnya atas wilayah selatan dan tengah Israel, merenggut 1.400 warga dan tentara Israel pada 7 Oktober lalu.

Sejak itu, Israel mempersiapkan operasi darat besar-besaran yang bertujuan untuk melenyapkan Hamas. Operasi ini didukung penuh oleh Amerika Serikat dengan mengirim gugus tempur lautnya yaitu Kapal Induk pembawa pesawat tempur USS Dwight D. Eisenhower ke laut Mediterania.

Meskipun Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sejauh ini menunda serangan darat besar-besaran di Gaza, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant telah menguraikan rencana tiga tahap untuk melenyapkan Hamas dan membentuk “fakta keamanan” baru di wilayah Palestina, dimulai dengan serangan udara dan diikuti dengan manuver di darat, dan mengusir 2,3 juta penduduknya ke Semenanjung Sinai Mesir.

Selain telah menggempur Gaza dengan serangan udara setiap hari selama hampir tiga minggu, IDF mengerahkan 360.000 tentara cadangan untuk persiapan serangan mematikan.

Bacaan Lainnya

Berbagai reaksi dan kecaman dari dunia internasional tak membuat Israel dan Amerika Serikat mengubah arah tindakannya. Bahkan AS mempersiapkan bantuan anggaran khusus bagi Israel juga Ujraina dengan mengatakan sebagai “investasi genius” di masa depan yang melindungi kepentingan dan tentara AS.

Keengganan Washington untuk mengubah arah kebijakan dapat memperluas eskalasi di seluruh kawasan.

Pos terkait