Konflik Rusia Ukraina, Walikota Odessa: Zalensky Banyak Lakukan Kesalahan

INTIP24NEWS – Walikota kota Ukraina selatan Odessa, Gennady Trukhanov, percaya konflik dengan Rusia harus diselesaikan secara politik. Kiev dan Moskow harus menghentikan permusuhan dan kembali ke meja perundingan.

Hal itu dikatakan kepada surat kabar Italia Corriere della Sera dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Minggu.

“Oerselisihan ini harus diselesaikan di meja perundingan, bukan di medan perang.”

“Nyawa jutaan orang dipertaruhkan, oleh karena itu perlu bernegosiasi selangkah demi selangkah, untuk mencari kompromi secara bertahap, untuk menghindari konfrontasi,” kata walikota. 

Bacaan Lainnya

Dia berpendapat bahwa Presiden Ukraina Vladimir Zelensky telah membuat banyak
kesalahan.

“[Zelensky] seharusnya memberikan lebih banyak otonomi kepada daerah dan kotamadya,” katanya, menambahkan bahwa jika presiden mendengarkan sarannya dan saran orang lain, negara akan bekerja lebih baik. Kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan wilayah Donetsk dan Lugansk status khusus dan otonomi luas di dalam negara Ukraina, adalah salah satu alasan Moskow melancarkan operasi militernya di Ukraina yang dimulai 24 Februari lalu.

Walikota Odessa mengakui bahwa Ukraina dan Rusia sangat terhubung dengan sejarah, budaya, bahasa, agama, tradisi.

Namun demikian, Trukhanov mengutuk operasi militer Moskow, menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai monster yang bahkan bisa saja menjatuhkan bom nuklir di Ukraina. Namun, dia tidak percaya bahwa Putin berniat untuk mengebom Odessa. Odessa adalah pengecualian.

Walikota juga mengkritik upaya otoritas Ukraina yang meruntuhkan patung dan monumen tokoh sejarah Rusia di Ukraina. 

“Saya menentang merobohkan patung-patung itu. Bahkan jika kita menghancurkan monumen, sejarah tidak akan merubah keadaan,” kata Trukhanov, menambahkan bahwa memindahkan patung penyair Rusia abad ke-19 Aleksandr Pushkin, dan kosmonot Soviet pertama, Yury Gagarin, sama sekali tidak masuk akal.

Sebelumnya Kremlin mengisyaratkan kesiapannya untuk mencapai kesepakatan damai dengan Kiev pada awal Agustus. Juru bicara Presiden Putin, Dmitry Peskov, mengatakan pada saat itu bahwa kedua negara hampir menyelesaikan perbedaan mereka dengan cara yang dapat diterima Rusia pada musim semi, tetapi rancangan perjanjian yang disiapkan selama pertemuan di Istanbul diruntihkan oleh Ukraina. Moskow memperingatkan bahwa jika Kiev menolak untuk mengakhiri konflik dengan cara diplomatik, Rusia akan tetap mencapai tujuan operasi militernya.

Seperti diketahui, pada pertengahan Agustus, Ukraina mengesampingkan negosiasi dengan Rusia, dengan alasan bahwa pembicaraan tidak akan mencapai tujuan negara itu. 

“Kesempatan untuk memenangkan perang ini jauh lebih penting daripada jeda situasional apa pun,” kata ajudan Zelensky, Mikhail Podoliak, saat itu.

Sumber: RT
Editor: Hasan M

Pos terkait