INTIP24 – Gedung Putih dan Pentagon menuduh Iran terlibat dalam memfasilitasi serangkaian serangan drone dan roket terhadap pangkalan AS di Suriah dan Irak. Pentagon mengklaim bahwa pasukan AS telah mencegat setidaknya dua UAV tanpa menimbulkan korban atau kerusakan.
Sebanyak tiga lokasi di Suriah di mana pasukan AS ditempatkan secara ilegal telah menjadi sasaran. Sebuah kelompok perlawanan Irak telah mengaku bertanggung jawab atas serangan pesawat tak berawak terhadap pos-pos Amerika tersebut.
Pentagon mengklaim bahwa pasukan AS telah mencegat setidaknya dua UAV tanpa menimbulkan korban atau kerusakan.
Meskipun tidak ada korban yang cukup berarti, namun seirang warga sipil tewas karena serangan jantung akibat suara alarm peringatan atas serangan itu.
Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby mengatakan pada hari Senin, “Teheran secara aktif memfasilitasi serangan-serangan ini,” dan menuduh Iran juga mendukung milisi Hamas dan Hizbullah dalam konflik mereka dengan Israel.
Mengutip sumber-sumber di lapangan, saluran berita Al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon melaporkan pada hari Senin bahwa “ledakan terdengar” di ladang minyak Al-Omar di provinsi Deir ez-Zor.
Ada juga laporan mengenai serangan pesawat tak berawak terhadap Al-Shaddadi di provinsi Hasakah dan di At-Tanf, pangkalan Amerika yang dijaga ketat di selatan Suriah.
Diketahui, sedikitnya 1.000 tentara AS saat ini ditempatkan di Suriah, menduduki ladang minyak utama dan penyeberangan sungai Efrat dengan dukungan milisi pimpinan Kurdi.
Pemerintah di Damaskus telah berulang kali memprotes bahwa kehadiran mereka melanggar hukum internasional.
“Dalam sebuah insiden pada hari Kamis, sebuah kapal perang AS yang beroperasi di dekat Yaman dikepung oleh hampir dua lusin drone,” mengutip Ryder, seorang pejabat militer AS di Suriah.
USS Carney juga mencegat beberapa rudal yang diluncurkan oleh pasukan Houthi di Yaman, kata pejabat itu seraya menambahkan bahwa Pentagon tidak dapat mengatakan ke mana tujuan rudal tersebut, tetapi rudal tersebut mungkin ditujukan ke sasaran di Israel.
AS telah mengarahkan kekuatan angkatan laut yang signifikan ke Timur Tengah sejak pecahnya perang antara Israel dan Hamas hampir dua minggu lalu, termasuk dua gugus kapal induk.
“Saya tidak memperkirakan adanya potensi respons terhadap serangan-serangan ini,” kata Ryder pada Kamis.
“Saya akan mengatakan bahwa kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela pasukan AS dan koalisi dari ancaman apa pun. Respons apa pun, jika hal itu terjadi, akan terjadi pada waktu yang kita pilih.” tandasnya.
















































