INTIP24NEWS.COM – Pesawat utama Angkatan Laut Amerika Serikat yang bertugas memberi komando seluruh persenjataan nuklir negara itu jika terjadi perang nuklir telah mendarat di Islandia.
Penempatan pesawat berjuluk ‘Pesawat Kiamat’ itu setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang penangguhan Moskow atas perjanjian nuklir START Baru.
Komando Eropa AS (EUCOM) melaporkan pada hari Selasa, awak E-6B Mercury, yang ditugaskan di Wing One Komando Strategis AS, bertemu dengan Duta Besar AS untuk Islandia serta para pemimpin diplomatik dan militer lainnya.
Pesawat sedang melakukan operasi di wilayah tanggung jawab EUCOM, menurut pernyataan itu
Pesawat E-6B Mercury biasanya disebut sebagai “pesawat kiamat” karena dirancang untuk berfungsi sebagai pos komando udara jika terjadi perang nuklir habis-habisan, bencana, atau konflik skala besar lainnya.
Menurut Pentagon, pesawat tersebut memungkinkan komando AS untuk berkomunikasi dengan sistem senjata strategis dan non-strategis, sehingga memungkinkan untuk meluncurkan rudal balistik berbasis darat dan kapal selam yang mampu membawa hulu ledak nuklir.
A @USNavy E-6B Mercury assigned to @US_STRATCOM Wing One arrived in #Iceland recently, while conducting operations in the USEUCOM area of responsibility. The crew met w/U.S. Ambassador to Iceland Carrin Patman & other diplomatic & military leaders. #WeAreNATO @usembreykjavik pic.twitter.com/CLYdl86kP4
— U.S. European Command (@US_EUCOM) February 28, 2023
Berita itu muncul tepat setelah Moskow mengirim Washington surat resmi tentang penangguhan partisipasi Rusia dalam perjanjian START Baru – perjanjian pengurangan senjata nuklir terakhir yang tersisa antara AS dan Uni Soviet.
Perjanjian itu seharusnya membatasi cadangan nuklir kedua negara dan memungkinkan masing-masing untuk memantau persenjataan lawan untuk memastikan kepatuhan.
Namun, baik Moskow maupun Washington menuduh satu sama lain telah gagal mematuhi perjanjian untuk mengizinkan inspeksi semacam itu.
Putin mengumumkan penangguhan sementara perjanjian itu minggu lalu, seraya menuduh AS mencoba untuk “mengubah tatanan internasional” agar sesuai dengan “kepentingan egoisnya”, dan menuntut agar Rusia mematuhi perjanjian “selama mereka melakukannya sesuka mereka”.
Presiden Putin juga merujuk pada pernyataan yang dibuat oleh para pemimpin Barat bahwa mereka ingin “menimbulkan kekalahan strategis” bagi Rusia sambil secara terbuka membantu upaya serangan pesawat tak berawak Ukraina di pangkalan penerbangan strategis Rusia.
Sebelum Moskow dapat melanjutkan mengamati perjanjian itu, Putin mengatakan bahwa pihaknya harus memiliki “gagasan yang jelas” tentang persenjataan nuklir NATO – termasuk senjata yang dipegang oleh Inggris dan Prancis, yang menurutnya sebagai syarat untuk bergabung dalam pakta tersebut.
Sumber: RT
Editor: Hasan M
.
















































