SERANG| INTIP24NEWS.COM-
Warga Kecamatan Petir , tepatnya di Kampung Kamadean Desa Seuat Kecamatan Petir Kabupaten Serang Provinsi Banten, dihebohkan dengan temuan puluhan Kuburan keramat yang di duga palsu.
Hal ini terungkap dari keterangan yang disampaikan Yusuf Warga Desa Seuat kepada Awak Media pada Minggu ( 01/06/2025 ).
Menurut Yusuf yang juga mantan Kepala Desa Seuat Induk, kemunculan Makam baru yang dibangun permanen itu, disamping mengherankan juga sangat meresahkan warga dan diduga melakukan penyerobotan lahan wakaf pemakaman warga.
Karena yang melakukan pembangunan makam tersebut bukan warga asli Seuat, melainkan seorang pendatang.
Dikatakannya, pembangunan Makam makam baru yang dibuat permanen dengan nama nama Tokoh yang tidak dikenal.
Sangat meresahkan masyarakat, karena selain ada dugaan penyerobotan lahan wakaf milik Warga, juga khawatir di ikuti munculnya ajaran sesat.
“”Kalau akan menyesatkan masyarakat akan menyesatkan anak cucu kami , ya sesuai aturan yang ada kami bersama masyarakat sepakat untuk dilakukan pembongkaran kuburan kuburan baru ini.” Tegas Yusuf
Sementara itu, Ketua MUI Petir , KH. Nasirudin yang hadir untuk melakukan klarifikasi dan peninjauan lokasi mengatakan bahwa kehadirannya ditempat tersebut untuk melakukan Tabayun ( klarifikasi-red ), karena berdasarkan pengaduan masyarakat di Kampung Kemadean ini, Warga tidak mengenal tokoh tokoh yang Makamnya dibangun oleh Pelaku.
“Kami selaku MUI dan Pengurus MUI setelah kemarin mendapat laporan dari masyarakat bahwa di kampung ini ada penyalahgunaan wakaf tanah kuburan umum Masih kosong dengan ada seseorang yang membangun tanpa izin bahkan disini membangun dan membuat Kuburan Palsu , jadi tidak ada orang nya tapi dibangun dengan nama Tokoh Ki Buyut seperti Ki Buyut Antaboga , Nyi Mas Ratu Gandasari dan sebagainya.
Dengan adanya seorang pendatang membangun Kuburan Palsu ini jelas meresahkan karena mengganggu Aqidah masyarakat dan dugaan penyerobotan lahan wakaf warga masyarakat.” Papar nya.
Ketika ditanyakan langkah apa yang akan dilakukan oleh MUI Petir untuk mengakhiri keresahan masyarakat, Kyai Nasirudin menyatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Aparat berwajib dalam hal ini Pihak Polsek Petir.
“Masyarakat yang sudah resah meminta agar kuburan kuburan baru itu segera dibongkar.
Namun kami akan meminta saudara Suhada untuk mengklarifikasi dalam waktu 1 x 24 jam ini.
Serta kami akan berkoordinasi dengan Aparat berwajib yaitu Polsek Petir agar suasana tetap terjaga secara kondusif.” Tandasnya.
( WS/ TLS )

















































