INTIP24NEWS – Rusia dapat menentukan dan menyatakan kemenangan perangnya atas Ukraina kapanpun yang dinginkan. Demikian klaim Gergely Gulyas, menteri Hungaria yang berbagi pandangannya tentang konflik di Ukraina pada diskusi meja bundar di Universitas Layanan Publik di Budapest, Jumat (16/9).
Pejabat itu mengatakan bahwa Ukraina dan Rusia sama-sama berada dalam situasi yang sulit untuk keluar dari konflik.
Dia menambahkan bahwa peluang perdamaian saat ini buruk, meskipun Moskow memiliki keuntungan dalam konflik sejak akhir Februari lalu sehingga dapat menentukan kemenangan dan dapat menyatakannya hampir setiap saat.
Dia melanjutkan, memperingatkan keterlibatan langsung oleh NATO, serta menambahkan bahwa sanksi Uni Eropa terhadap Rusia sejauh ini menjadi bumerang, merugikan blok Barar lebih dari target yang dimaksudkan.
Gulyas mencatat bahwa sanksi Barat justru telah memberikan pendapatan luar biasa bagi Moskow sejauh ini.
Selain itu, kebijakan UE, menurutnya, dapat menyebabkan Rusia menjauh dari Eropa sementara menjadi lebih dekat dengan Asia.
Sebelumnya Budapest bergabung dengan AS dalam mengutuk operasi militer Rusia di Ukraina, ini tidak berarti bahwa Hongaria siap untuk menjatuhkan sanksi serupa terhadap Moskow, karena ini akan bertentangan dengan kepentingan nasional negara itu sendiri, kata menteri tersebut.
Gulyas menuduh Kiev gagal melindungi hak-hak dasar etnis minoritas, khususnya Hongaria.
Pada 2017, pemerintah Ukraina mengadopsi undang-undang yang bertujuan menghapus bahasa minoritas dari sekolah-sekolah Ukraina, yang dianggap Budapest sebagai diskriminatif.
Kiev telah lama menuduh tetangga Baratnya mengipasi pemisahan diri di antara diaspora Hungaria Ukraina, termasuk dengan diduga secara diam-diam memberikan kewarganegaraan kepada etnis Hungaria.
Sumber: RT
Editor: Hasan M
















































