INTIP24 – Pasukan tank Israel menyerang Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia, Gaza utara pada hari Senin. Setidaknya 12 orang, termasuk pasien, tewas dalam serangan Israel terhadap Rumah Sakit Indonesia.
Selain itu sekitar 700 orang terjebak di dalam rumah sakit yang masih dalam pengepungan.
Serangan Israel terhadap fasilitas kesehatan terjadi ketika puluhan ribu warga Palestina terluka akibat serangan tentara Israel dari udara dan darat ditampung untuk mendapatkan pertolongan kesehatan dari pihak rumah sakit.
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Ghebreyesus bahkan terkejut dengan tindakan penyerangan terhadap rumah sakit.
“Petugas kesehatan dan warga sipil tidak boleh mengalami kengerian seperti itu, terutama saat berada di dalam rumah sakit,” kata Tedros.
Kekerasan pada hari Senin terjadi tak lama setelah seorang pejabat Israel membantah laporan media Arab bahwa gencatan senjata akan dilakukan pada pukul 11 pagi hari itu.
Surat kabar Yordania al-Ghad mengutip sumber Hamas yang mengatakan gencatan senjata lima hari akan dimulai dan 50 sandera yang ditahan oleh kelompok tersebut akan dibebaskan sebagai ganti 50 tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel.
Sekitar 240 warga ditawan di Gaza selama serangan mendadak pimpinan Hamas di Israel selatan pada tanggal 7 Oktober, yang menewaskan sekitar 1.150 warga Israel, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil.
















































