Rusia Menangguhkan Perjanjian Nuklir Utama New START dengan AS

INTIP24NEWS.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan penarikan sementara Rusia dari Perjanjian START Baru. Moskow tidak akan lagi berpartisipasi dalam perjanjian nuklir terakhir yg tersisa antara Rusia dan AS, New Start, demikian oernyataan Putin dalam pidato kuncinya di Parlemen Rusia Rabu lalu.

Dia mencatat bahwa Moskow tidak akan keluar dari Perjanjian Awal Baru, tetapi akan menarik diri untuk sementara.

Sementara itu Sekjen NATO Jens Stoltenberg menyesali keputusan Moskow.
“Saya menyesali keputusan Rusia menangguhkan partisipasinya dalam program New START,” kata Jens Stoltenberg, sebagai reaksi NATO paska Putin mengumumkan.

“Saya meminta Rusia hari ini untuk mempertimbangkan kembali keputusannya,” ungkap Sekjen NATO, dgn alasan bahwa itu bahaya.” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Putin menjelaskan mengapa dia melancarkan serangan di Ukraina. Dan memutuskan Perjanjian Start Baru. Ia mengatakan, “Kiev siap melancarkan serangan besar-besaran ke Donbass pada Februari 2022 dan mendapat restu Barat untuk melakukannya. Dan operasi militer Rusia di Ukraina diluncurkan sbg tindakan pencegahan,” katanya.

Putin berargumen, setelah AS dan NATO menolak proposal keamanan bersama Rusia pada Desember 2021, “menjadi jelas mereka telah memberi lampu hijau pada rencana agresif [Kiev] .” Dia menambahkan bahwa pendukung Barat Ukraina sedang mempersiapkan negara itu “untuk perang besar.

Sebagaimana diketahu, Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk memisahkan diri dari Ukraina tak lama setelah kudeta tahun 2014 di Kiev. Pihak berwenang Ukraina pertama-tama tidak berhasil mencoba memadamkan pemberontakan dgn paksa, dan kemudian melakukan blokade ekonomi.

Sanksi Barat terhadap Rusia gagal, kata Presiden Putin dalam pidato tahunannya dihadapan parlemen. Perekonomian ternyata jauh lebih kuat dari yg diharapkan di Barat. Destabilisasi ekonomi yg diharapkan akibat “pencurian” cadangan devisa Rusia oleh Barat tidak terwujud, katanya.

Menurut Putin, ekonomi telah mengatasi semua risiko terkait sanksi dan benar2 memasuki siklus baru pembangunan ekonomi. “Ada peluang untuk terobosan di banyak bidang,” kata Putin.

Putin mencatat bahwa PDB Rusia pada tahun 2022 turun hanya 2,1%, menurut data terbaru, meskipun Barat memproyeksikan penurunan hingga 20%. Pemerintah mengucurkan lebih dari 1 triliun rubel (lebih dari $13 miliar) untuk mendukung ekonomi di tengah sanksi Barat, katanya.

Berbicara dalam pidato tahunannya kepada Majelis Federal, badan legislatif utama Rusia, Presiden Putin mngatakan Barat bermain dgn ‘dek bertumpuk’. Warga sipil di Donbass menderita sementara para pendukung Kiev berpura-pura ingin menyelesaikan konflik secara damai.

“Mreka hampir bangga dan brsenang2 dlm pngkhianatan mereka… Spanjang waktu ktika Donbass trbakar dan darah ditumpahkan, smentara Rusia dg tulus mencari… solusi damai, mreka mmpermainkan khidupan orang2. Mreka brmain, sperti yg mreka katakn di kalangn trtentu, dg tumpukn kartu.”

Putin menuduh Barat gunakan “metode penipuan yg tercela” ini selama kampanye di Yugoslavia, Irak, Libya, dan Suriah. “Mereka tak akan pernah mmbersihkan diri dari aib ini,” sbg bekas kekuatan kolonial, negara2 Barat telah terbiasa percaya bahwa mereka dapat lolos dari apa pun.

Oleh: Novendra Deje dari berbagai sumber

.

Pos terkait