Cilegon, intip24news.com — Catatan prestasi Keberhasilan Pemerintah Kota Malang dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mendapatkan perhatian pemerintah daerah lain.
Hari ini Jum’at 10-7-2026 Pemerintah Kota Cilegon melakukan kunjungan kerja sekaligus menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Kota Malang untuk mempelajari strategi optimalisasi pendapatan daerah yang signifikan.
Kunjungan kali ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Cilegon, Robinsar dan diterima langsung Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama jajaran kepala perangkat daerah di ruang sidang Balai Kota Malang.
Disamping itu juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) mengenai pengelolaan pajak daerah, digitalisasi pelayanan, hingga strategi peningkatan PAD.
Dalam sambutannya, Wahyu Hidayat menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dipilihnya Kota Malang sebagai lokasi studi tiru. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa berbagai inovasi yang dilakukan Pemkot Malang mulai mendapat pengakuan di tingkat nasional.
“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi Kota Malang, Pemerintah Kota Cilegon datang untuk melihat secara langsung bagaimana strategi yang kami lakukan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).Kami berharap kunjungan ini memberikan manfaat bagi kedua daerah melalui pertukaran pengalaman dan inovasi,” terangnya.
Wahyu menerangkan, kerja sama dengan Kota Cilegon merupakan kerja sama antardaerah yang kesembilan yang telah dijalin Pemkot Malang. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen memperkuat sinergi antar pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat kemandirian fiskal.
Menurut Wahyu, keberhasilan meningkatkan PAD tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui pembenahan sistem secara bertahap. Pemerintah Kota Malang memperkuat digitalisasi pelayanan perpajakan, meningkatkan pengawasan terhadap objek pajak, memperluas basis wajib pajak, serta mengoptimalkan koordinasi antar organisasi perangkat daerah.
“Kami ingin berbagi pengalaman mengenai tata kelola pendapatan daerah. Namun sebaliknya, kami juga ingin belajar dari Kota Cilegon. Mereka memiliki karakteristik sebagai kota industri dan memiliki wilayah pesisir, sedangkan Kota Malang memiliki potensi yang berbeda. Karena itu kerja sama ini menjadi momentum saling melengkapi,” katanya.
Data yang dipaparkan dalam forum menunjukkan capaian pendapatan daerah Kota Malang pada 2025 mencapai Rp2,542 Triliun atau 101,15 persen dari target APBD. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) berhasil menembus Rp1.107.590.236.246 atau 105,40 persen dari target.

Tren peningkatan PAD juga terus mengalami pertumbuhan dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, PAD Kota Malang tercatat sekitar Rp603,7 Miliar, meningkat menjadi Rp718,3 Miliar pada 2022, kemudian Rp792,1 Miliar pada 2023, naik lagi menjadi Rp885,3 Miliar pada 2024, hingga akhirnya melampaui angka Rp1,107 Triliun pada 2025.
Sementara hingga 7 Juli 2026, realisasi PAD Kota Malang telah mencapai sekitar Rp506,23 Miliar atau 47,63 persen dari target tahun berjalan.













































