Dalam pernyataan serupa dengan Netanyahu, Penasihat Keamanan Nasional Israel Tzachi Hanegbi memperingatkan dalam pernyataan yang disiarkan televisi pekan lalu bahwa perang dengan Hizbullah akan “secara de facto, menyebabkan kehancuran Lebanon.”
08:57 GMT
Juru bicara Tentara Pertahanan Israel (IDF) Laksamana Muda Daniel Hagari mengkonfirmasi, seperti dikutip oleh Times of Israel bahwa Hamas telah menyandera total 212 orang sejak dimulainya konflik dengan Israel.
Dia menambahkan bahwa keluarga mereka telah diberitahu, namun jumlah tersebut belum final karena informasi baru terus berdatangan.
05:43 GMT
Serangan rudal Israel ke Suriah telah membuat bandara di Damaskus dan Aleppo tidak dapat beroperasi.
Kantor berita SANA mengutip sumber militer, mengatakan serangan itu datang dari arah Laut Mediterania dan Dataran Tinggi Golan, wilayah yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Suriah tetapi diduduki Israel sejak tahun 1967.
Badan tersebut mengatakan serangan itu menewaskan seorang pekerja sipil di bandara Damaskus dan melukai lainnya.
Penembakan juga dilaporkan merusak landasan pacu di kedua bandara tersebut.
04:42 WIB
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak klaim Hamas bahwa militan telah menawarkan pembebasan dua tawanan Israel tanpa prasyarat.
“Kami tidak akan mengacu pada propaganda palsu Hamas,” demikian pernyataan yang disampaikan oleh Reuters.
04:34 WIB
Amerika Serikat mengumumkan akan mengerahkan baterai pertahanan udara THAAD dan lebih banyak sistem rudal anti-udara Patriot ke Timur Tengah, kata Menteri Pertahanan Lloyd Austin pada Sabtu malam.
Lloyd Austin menambahkan kelompok penyerang kapal induk USS Dwight D. Eisenhower akan dikirim ke wilayah tersebut selain armada yang dipimpin oleh kapal induk USS Gerald R. Ford, yang saat ini beroperasi di Laut Mediterania bagian timur.
“Langkah-langkah ini akan meningkatkan upaya pencegahan regional, meningkatkan perlindungan pasukan AS di wilayah tersebut, dan membantu pertahanan Israel,” kata Austin.
01:19 GMT
Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, mengklaim bahwa Israel telah menolak tawaran untuk membebaskan dua sandera Israel – Nurit Ishak dan Yohevid Efshitz – “atas dasar kemanusiaan,” tanpa prasyarat, menurut saluran berita Al Mayadeen yang berbasis di Lebanon.
Meskipun Israel belum mengomentari klaim tersebut, IDF mengeluarkan pernyataan pada hari Sabtu, yang mengecam Hamas karena mencoba menampilkan dirinya sebagai “organisasi kemanusiaan.”
Hamas sebelumnya membebaskan dua sandera Amerika, seorang ibu dan putrinya yang berusia 17 tahun, yang ditangkap kelompok tersebut pada 7 Oktober.
Sumber: RT
Editor: Hasan M














































