677.000 Orang Telah Meninggalkan Ukraina Mengungsi ke Negara-negara Tetangga

INTIP24NEWS – Setidaknya 677.243 orang telah meninggalkan Ukraina ke negara-negara tetangga sejak pasukan Rusia menginvasi negara Eropa timur itu pada 24 Februari lalu. Demikian pernyataan Badan Pengungsi PBB, UNHCR.

Dikutip dari ABC News, mayoritas pengungsi telah melarikan diri ke Polandia, Hongaria, Moldova, Rumania dan Slovakia.

Namun, banyak warga Ukraina lainnya terus melarikan diri melintasi Eropa, kata badan PBB itu.

“Di perbatasan Polandia, staf UNHCR melaporkan antrian pengungsi yang panjangnya bermil-mil.
Di Rumania, orang-orang menunggu hingga 20 jam untuk masuk,” ungkap staf agensi.

Bacaan Lainnya

“Perjalanan sejauh 37 mil dari kota Odessa di Ukraina ke perbatasan Moldova membutuhkan waktu 24 jam bagi para pengungsi, imbuh badan tersebut.

Di Hungaria juga demikian, kedatangan terus berlanjut dan waktu yang bervariasi.”

Warga Ukraina juga telah mengungsi di dalam negerinya sendiri, menurut Filippo Grandi, komisaris UNHCR, tetapi tidak diketahui berapa banyak jumlahnya saat ini.

Dia juga mengatakan ada “peningkatan jumlah anak tanpa pendamping dan terpisah dari orang tuanya.”

Lebih dari 470.000 orang non-Ukraina, “termasuk sejumlah besar pelajar dan pekerja migran asing,” tetap berada di negara itu juga, menurut badan International untuk pengungsi UNHCR.

Dalam apa yang oleh Presiden Rusia Vladimir Putin disebut sebagai “operasi militer khusus”, pasukan Rusia terus mencoba dan menerobos Ukraina, sementara pasukan Ukraina bertahan dalam pertempuran.

Sejauh ini, setidaknya 536 korban sipil telah tercatat dalam konflik tersebut, 136 di antaranya telah tewas.

Map-Ukraine-Refugees-v04-dap-1646154141597-hp-Embed-1x1-608

Banyak alasan telah dikutip sebagai alasan Putin atas serangan itu, termasuk ancaman keanggotaan Ukraina di NATO, aliansi militer barat.

Tetapi Putin juga mencoba mempertanyakan legitimasi Ukraina sebagai sebuah negara dan mengklaim bahwa negara itu perlu dibebaskan dari pengaruh yahudi.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah bersumpah untuk tetap berada di Kyiv dan berperang melawan pasukan Rusia.

“Kami semua ada di sini. Militer kami ada di sini, begitu juga rakyat kami dan seluruh masyarakat,” kata Zelenskyy dalam video yang diunggah ke Facebook.

“Kita semua di sini membela kemerdekaan dan negara kita. Dan kita akan terus melakukan itu. Kemuliaan bagi para pembela kita! Kemuliaan bagi Ukraina,” tegasnya.

Sumber: ABC News
Editor: Hasan M

Pos terkait