Beda Perlakuan dengan Israel, FIFA Pernah Coret Keikutsertaan Rusia dan Yugoslavia

JAKARTA – FIFA resmi mencabut status tuan rumah dan keijutsertaan Indonesia pada Piala Dunia U-20 2023 yang sedianya akan digelar bulan Mei-Juni mendatang. Hal ini mengundang berbagai reaksi atas keputusan FIFA tersebut.

Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi mengatakan FIFA pernah mencoret Rusia dari kompetisi sepak bola dunia karena invasi ke Ukraina. Dia mempertanyakan perbedaan perlakuan kepada Timnas Israel.

“Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, FIFA juga mencoret Rusia dari keikutsertaan setelah Rusia dianggap melanggar nilai-nilai kemanusiaan dalam serangan militernya ke Ukraina,” kata Ridho melalui keterangan tertulis, Rabu (29/3).

Ridho juga mengenang kebijakan FIFA pada kualifikasi Euro 1992. Kala itu, FIFA mencoret Yugoslavia karena alasan kemanusiaan.

Bacaan Lainnya

Ridho menyampaikan Indonesia tidak bisa menerima kehadiran Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 karena amanat Pancasila.

“Kita tidak bisa membiarkan sebuah bangsa yang setiap hari membunuhi bangsa Palestina secara keji untuk ikut terlibat dalam event olahraga sepakbola terbesar di dunia,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah untuk terus melobi FIFA terkait kehadiran Timnas Israel. Menurutnya, pemerintah harus tegas menyatakan sikap agar Israel dicoret dari gelaran itu.

Pos terkait