Elon Musk (SpaceX) dan Kim Dotcom Berbicara tentang Perang Nuklir

INTIP24NEWS.COM – Pendiri SpaceX Elon Musk mengungkapkan pengakuannya bahwa upaya untuk meredakan konflik Rusia-Ukraina telah gagal. Bahkan, menurut CEO Tesla itu, konflik dapat membesar dan bahkan lebih merusak.

Musk mengatakan hal itu saat dia membahas risiko perang nuklir di Twitter dengan pengusaha teknologi dan mantan kepala Megaupload, Kim Dotcom.

Dialog itu terjadi ketika para pejabat dan pakar di Barat dan Rusia membahas kemungkinan bahwa pertumpahan darah di Ukraina dapat menyebabkan konflik yang lebih besar dan bahkan lebih merusak.

“Persetan dengan itu … meskipun Starlink masih merugi dan perusahaan lain mendapatkan miliaran [dolar] pembayar pajak, kami akan terus mendanai pemerintah Ukraina secara gratis,” tweet Musk pada hari Sabtu (15/10).

Bacaan Lainnya

Seperti diketahui, SpaceX (Space Exploration Technologies Corporation) merupakan perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk pada tahun 2002. Perusahaan yang bergerak di bidang penerbangan luar angkasa.

Elon Musk telah menyumbangkan sekitar 25.000 terminal internet satelit Starlink ke Ukraina setelah Rusia meluncurkan operasi militernya di negara tetangga itu pada Februari.

Sementara Kim Dotcom, yang nama aslinya adalah Kim Schmitz, menanggapi Musk: “Dengan kata lain Anda akan melanjutkan dukungan Anda untuk perang proksi AS di Ukraina meskipun Anda mengetahui risikonya akan menuju perang nuklir?

“Terkutuk jika Anda melakukannya, terkutuk pula jika tidak, jadi … saya kira benar-benar terkutuk,” tulis Musk.

Dalam percapakapan dua tokoh Milyarder itu
Schmitz memuji Musk karena menawarkan ide untuk penyelesaian damai antara Moskow dan Kiev.

“Aku percaya padamu. Kami menghadapi perang nuklir karena kebijakan luar negeri AS yang ceroboh di Ukraina. Anda tahu itu.” ujar Schmitz.

“Ini adalah salah sesuatu yang besar.
Kepentingan pribadi harus dikesampingkan demi kemanusiaan,” tegasnya.

Musk menjawab, “saya berusaha sekuat tenaga untuk mengurangi situasi ini dan jelas gagal.”

Dalam pada itu, Schmitz juga telah mengkritik tanggapan Washington terhadap konflik di masa lalu, bahwa AS “memprovokasi perang ini dan memikul beban tanggung jawab.”

Musk juga sempat dikritik keras oleh Ukraina dan Barat awal bulan ini karena menyarankan bahwa, demi perdamaian, Kiev harus mengakui Krimea sebagai wilayah Rusia.

Musk menyarankan empat bekas wilayah Ukraina lainnya yang diterima di Rusia, agar “mengulangi pemilihan wilayah yang dianeksasi di bawah pengawasan PBB”.

Sumber: RT
Editor: Hasan M

Pos terkait