Serang | INTIP24NEWS.COM – Pengelola Pasar Petir diduga abaikan keamanan barang milik pedagang yang disimpan di kios pasar milik Pemerintah Kabupaten Serang tersebut. Hal ini disampaikan Siti Fatimah, seorang pedagang pakaian di Blok B No. 132 Pasar Petir Kabupaten Serang kepada Media pada Senin (22/04/2024).
Menurut Fatimah, dirinya merasa kecewa karena kios pakaian miliknya dibobol maling sekitar Minggu dinihari (21/04/2024).
“Yang membuat saya kecewa, ketika saya laporkan peristiwa pencurian di kios saya, pihak pasar seolah tidak peduli, padahal setiap bulan kita ditarik iuran untuk keamanan dan CCTV,” ujarnya.
Ditambahkannya, akibat pencurian tersebut, ia mengalami kerugian sebesar Rp 18 juta. Dan yang membuat dirinya khawatir sebagai pedagang di Pasar Petir adalah kasus pencurian ini bukan yang pertama dialami oleh pedagang. Karena sebelumnya ada pedagang pakaian lainnya yang kiosnya dibobol dan mengalami kerugian sekitar 20 juta rupiah.
“Akibat pencurian itu saya mengalami kerugian sebesar 18 juta rupiah. Namun yang membuat saya khawatir dan trauma adalah belum setahun kebelakang ada kasus pencurian juga terhadap pedagang pakaian dengan kerugian sekitar 20 juta rupiah pada kios milih Een. Dan tampaknya pengelola Pasar Petir tidak mau mengambil pelajaran dari kejadian lalu. Mereka cenderung mengabaikan keamanan barang milik para pedagang,” papar Fatimah kesal.

Sementara itu, Kepala Pasar Petir, Saprudin saat dikonfirmasi atas peristiwa pencurian tersebut menyarankan agar pihak media menanyakan langsung ke koordinator keamanan karena dirinya mengaku belum pernah menerima laporan.
“Langsung ke koordinator keamanannya saja. Kapan kejadian, siapa yang jaga saat itu di kios/los siapa apa saja yang hilang, sore atau malam. Tentang CCTV sebagai alat bantu keamanan yang pasti ada yang jaganya atau tidak dan fakta pedagang yang kehilangan (bukan sabotase). Sampai saat ini belum pernah ada laporan ke saya terjadi kegiatan oleh koordinator keamanan,” balasnya.














































