Korem 052/Wkr Bersama Keluarga Pahlawan Gelar Peringatan Pertempuran Lengkong di Tangerang

Tangerang, intip24news.com – Komando Resor Militer (Korem) 052/Wkr bersama Yayasan 25 Januari 1946 dan para keluarga pahlawan menggelar Ziarah Peringatan ke-80 peristiwa pertempuran Lengkong di TMP Taruna Tangerang, Minggu (26/1/2026).

Pertempuran dahsyat melawan penjajah Jepang terjadi di daerah bernama Lengkong, Serpong yang kini masuk ke dalam wilayah administrasi Pemkot Tangerang Selatan itu terjadi 80 tahun yang lalu bertepatan hari ini, Minggu (26/1/2026).

Upacara peringatan gugurnya para pahlawan dalam pertempuran Lengkong antara lain; Mayor Daan Mogot, Letnan Soebianto, dan Letnan Soetopo itu dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Danrem 052/Wkr
Brigjen TNI Faisal Rizal, S.I.P, Para Kasi dan Komandan Kodim (Dandim) di bawah Korem 052/Wkr beserta jajaran.

Nampak hadir sejumlah pejabat Pemkot Tangerang dan Pemkab Tangerang serta para keluarga pahlawan yang gugur dalam peristiwa tersebut dan tokoh masyarakat lainnya.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Danrem 052/Wkr menyerukan, sebagai generasi penerus tentunya wajib memperingati pengorbanan para pahlawan yang telah mendirikan negara ini baik dengan nyawa dan hartanya untuk kemerdekaan.

“Pada hari ini, tanggal 25 Januari 2026, kita memperingati Hari Bakti Taruna Akademi, dimana pada hari Bakti Taruna Akademi yang ditetapkan pada tanggal 25 Januari ini, kita menganadakan kegiatan satuan jajaran yang berada di wilayah Tanggerang Raya, kemudian termasuk dari Abituren Akademi, yang juga hadir pada saat ini untuk mengikuti acara ziarah bersama,” ucap Danrem.

“Selain itu,” ia melanjutkan, “ziarah rombongan juga dihadiri oleh keluarga dari para pahlawan yang telah gugur, yaitu sebanyak 37 pahlawan, pimpinan dan mogot. Kemudian selanjutnya pada kegiatan ini juga kita menghadiri acara di Monument Lengkong, di BSD, di daerah Lengkong, dimana terjadi peristiwa Lengkong itu sendiri, kemudian dimakamkan di sini,” imbuhnya.

Korem 052/Wkr Bersama Keluarga Pahlawan Gelar Peringatan Pertempuran Lengkong di Tangerang

Masih kata Danren, dalam memperingati Hari Bakti Taruna, tentunya ada kegiatan-kegiatan sosial yang kita lakukan yang pertama, yaitu kita melaksanakan kegiatan donor darah yang hari ini kita laksanakan di musium Taruna. Sebanyak 200 orang, kemudian kita juga memberikan bantuan kepada para Warakuri dan masyarakat duafa yang berada di sekitar taman makam melawan dan Tanggerang Raya, kurang lebih 200 orang,” papar Danrem.

Sementara itu Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan, momen peringatan Hari Bakti Taruna menjadi bagian dari mengingat jasa para pahlawan dan kemudian mengaplikasikan perjuangan itu pada masa kini.

“Dan semoga kita bisa terus menjadi bangsa yang besar karena kita selalu mengingat mengenang jasa-jasa para pendahulu kita,” tutur Andra Soni.

Andra memaparkan, upacara ziarah, tabur bunga dan bakti sosial adalah untuk mewarisi nilai-nilai perjuangan.
Makna: Hari Bakti Taruna tersebut menegaskan bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan perjuangan panjang, serta menghormati akademi militer pertama di Indonesia yang berlokasi di Tangerang.

Untuk diketahui, Pertempuran Lengkong adalah pertempuran Tentara Keamanan Rakyat melawan pasukan Jepang di Desa Lengkong, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia yang terjadi pada tanggal 25 Januari 1946.

Bermula dari Resimen IV TRI di Tangerang, yang mengelola Akademi Militer Tangerang, dengan dipimpin Mayor Daan Mogot, puluhan taruna akademi mendatangi markas Jepang di Desa Lengkong untuk melucuti senjata pasukan jepang. Daan Mogot didampingi sejumlah perwira, antara lain Mayor Wibowo, Letnan Soetopo, dan Letnan Soebianto Djojohadikusumo.

Dalam proses perlucutan senjata yang awalnya berlangsung lancar, kemudian terjadi insiden letusan senjata dan mitraliur dari arah tersembunyi. Kemudian terjadi pertempuran yang tak seimbang, dengan banyak korban berjatuhan di pihak Indonesia, di mana 33 taruna dan 3 perwira gugur, serta 1 taruna lainnya wafat setelah sempat dirawat di rumah sakit. Perwira yang gugur adalah Daan Mogot, Letnan Soebianto, dan Letnan Soetopo. Peristiwa berdarah kini dikenal sebagai Peristiwa Pertempuran Lengkong.

Pada tanggal tersebut, kemudian berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, dituangkan lewat Surat Telegram KSAD Nomor ST/12/2005 bertanggal 7 Januari 2005, ditetapkan sebagai Hari Bakti Taruna Akademi Militer.

Daftar nama-nama yang hadir pada acara itu sebagai berikut;

  1. Brigjen TNI Faisal Rizal, S.I.P (Danrem 052/Wkr)
  2. Bpk. Andra Soni (Gubernur Banten)
  3. Letjen TNI Glenny (Dirut Garuda)
  4. Mayjen TNI Nahrowi R (Komisaris Jasamarga)
  5. Kolonel Inf Ato Sudiatna (Kasrem 052/Wkr)
  6. Para Kasi dan Dandim Jajaran Korem 052/Wkr
  7. Mayjen TNI (Pur) Wiston Simanjuntak
  8. Brigjen TNI (Pur) Ade Ikhsan
  9. Ibu Hj Intan Nurul Hikmah, SE (Wakil Bupati Tangerang)
  10. Letkol Cpm Usamma (Danden Pom 1/Jaya)
  11. Letkol Inf Yulius Dwi Putranto Sigar (Danyonif Mek 203/Ak)
  12. Letkol Kav Boyke Antonius Nainggolan (Danyon Kav 9/Sdk)
  13. Bpk Chaerudin (Asda I Tangerang Selatan) mewakili Walikota Tangerang Selatan
  14. bu Siska Faisal Rizal (Ketua Persit KCK Koorcab Rem 052/Wkr PD Jaya) beserta Pengurus
  15. Ibu. Fitria Ary Sutrisno (Ketua Persit KCK Cab XX Dim 0506/Tgr) beserta Pengurus
  16. Ibu. Ayu Sigit Dharma (Ketua Persit KCK Cab XVII Dim 0503/JB)
  17. Ibu. Dr Nina Mirantie Gredinand (Ketua Persit KCK Cabang XVI Kodim 0502/JU)
  18. Ibu. Tyas Yudho Setyono (Ketua Persit KCK Cab XXIV Dim 0510/Trs) beserta Pengurus
  19. Para Peserta Acara Ziarah dan Tamu Undangan

(Mustakim)

Pos terkait