Mantan Dansubdenpom Jaya/2-4 Kab Bekasi. H Nalib Zainudin Pantas Jadi Bupati Bekasi || Oleh: KH. Ronggostrisno Tahir

Untuk membangun daerah Kabupaten Bekasi kedepan dibutuhkan sosok bupati kepala daerah yang tidak hanya sekedar memiliki leadership yang kuat, ditunjang dengan skills yang mapan serta pengalaman memimpin yang matang.

Akan tetapi seorang sosok kepala daerah harus memiliki pemahamam tentang politik, budaya dan karakter masyarakat Bekasi.

Dengan begitu, sang bupati nantinya bakal mumpuni dalam menjawab berbagai tantangan yang ada dalam membangun Bekasi.

Apalagi, Kabupaten Bekasi selain sebagai Kota Urban (Urban City), daerah di utara Jawa Barat ini dikenal merupakan daerah Kawasan Industri terbesar se- Asia Tenggara.

Bacaan Lainnya

Saya menilai dan beranggapan bahwa berdasarkan pertimbangan diatas, daerah ini harus dipimpin oleh seorang yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang unggul untuk memimpin menuju masa depan yang lebih baik.

 H. Nalib Zainudin bersama tokoh masyarakat

Sebut saja nama H Nalib Zainudin, salah satu dari beberapa nama yang juga pantas dan patut menjabat sebagai Bupati Bekasi.

Alasan yang mendasari pilihan itu lantaran H Nalib Zainudin mempunya ikatan moral yang sangat kuat dengan wilayah yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta dan pesisir Laut Jawa ini.

Selain daripada itu, Bekasi adalah sebagai tanah kelahirannya turun temurun. Hanya disayangkan H Nalib tidak memiliki Hasrat yang besar untuk menjadi Bupati Bekasi. Meskipun mantan Dansubdenpom ini memiliki semua potensi yang dapat dijadikan modal dasar memimpin salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat ini.

H Nalib Zainudin, atawa di kenal sebagai Bocah Bekasi ini sungguh memiliki gagasan yang sangat bagus dan segar.

Gagasan tentang Bekasi sebagai kota urban (Urban City), juga gagasan yang cerdas bagaimana untuk melanjutkan pembangunan kedepan sebagai kota Industri modern. Gagasan itu diungkapkan pada beberapa kesempatan tatap muka dengan berbagai tokoh dan kalangan masyarakat.

Namun lagi-lagi H Nalib Zainudin kurang memliki hasrat yang besar untuk berkuasa di Kabupaten Bekasi, tanah kelahirannya itu.

Alasan yang menjadi pertimbangan selanjutnya adalah bahwa Bekasi jika dilihat dari perkembangan kotanya maka kawasan ini merupakan daerah yang paling siap untuk diproyeksikan menjadi kota masa depan. Ini lantaran memiliki infrastruktur yang ter-koneksi paling lengkap dengan kota-kota lainnya di Indonesia.

Soal kesiapan Bekasi lainnya misalnya mulai dari Light Rail Transit (LRT), Bus Rapid Transit (BRT), Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, Jalan Tol, Jalan Tol Layang, serta dilintasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Kabupaten Bekasi, dilihat dari sumber daya manusia dan letaknya yang strategis sebagai penyanggah Kota Jakarta yang merupakan kota modern dunia. Sehingga kegiatan bisnis industri dan berikut infrastruktur jasa transportasi memilihnya sebagai tempat tumbuh kembangnya bisnis dan usaha.

Belum lagi garis pantai yang memanjang di utara terbentang 72 kilometer dengan area pertambakan seluas 12.000 hektar merupakan potensi yang sangat luar biasa sebagai modal pembangunan.

Lebih dari itu, dalam berbagai kesempatan H Nalib menyampaikan gagasannya bahwa untuk membangun Bekasi kedepan salah satunya dengan mereklamasi kawasan Bekasi bagian utara dan untuk perihal itu H Nalib memiliki sumber daya alam untuk merealisasikannya.

Oleh sebab itu, skill leadership yang dimiliki H Nalib yang diperoleh samasa dinas di jajaran TNI AD serta kemampuan pendekatan personal yang kuat, adalah merupakan modal untuk dapat berbuat lebih banyak bagi kemajuan dan kesejahteraan warga masyarakat Kabupaten Bekasi.

Hal ini sudah dibuktikan dengan datangnya beberapa komponen warga yang meminta H Nalib turun langsung mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi warga. Seperti belakangan H Nalib mendatangi pasarb induk Cibitung untuk menyelesaikan persoalan sampah yang sangat meresahkan.

Selain persoalan yang menyangkut infrastrukturdan lingkungan hidup, H Nalib juga memberi perhatian khusus pada persoalan ekonomi dan kesejahteraan warga Kabupaten Bekasi

Lantas CSR dari perusahaan yang jumlahnya tidak kurang dari 7000 bahkan mungkin lebih. Pasti saja CSR itu cukup untuk membuat penduduknya lebih sejahtera dengan lingkungannya yang tertata rapih dan indah.

APBD Kabupaten Bekasi bisa memenuhi kebutuhan mendasar terutama untuk yang urgen, misalnya soal kelangkaan air konsumsi di Bekasi Utara. Dengan demikian sangat mungkin juga dana CSR dari perusahaan-perusahaan itu untuk membeli tanah guna membuat Lahan Hijau Terbuka dan penataan pasos pasum untuk menata Bekasi lebih baik lagi.

Walhasil, penulis menilai bahwa sosok H. Nalib sungguh dibutuhlan kehadirannya untuk memimpin Kabupaten Bekasi, meskipun dirinya tidak memiliki hasrat untuk menjadi seorang bupati.

Sebab Rasul SAW pun bersabda dalam sebuah hadis melarang umatnya untuk meminta jabatan. Rasulullah juga enggan memberikan jabatan  kepada orang yang meminta jabatan itu.

Dalam hadis lainnya Rasulullah juga mengatakan bahwa pada hari kiamat jabatan adalah kehinaan dan penyesalan. Kecuali orang yang mengambil jabatan dengan haq dan melaksanakan tugas dengan benar.

Wallahu a’lam bissowab

KH. Ir. Ronggosutrisno Tahir Bchk

Pos terkait