CILEGON | INTIP24News.com – Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon bersama ASPARINDO menggelar sosialisasi, pendataan, dan penjaringan aspirasi pedagang Pasar Kranggot. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor UPTD Pasar Kranggot, Kota Cilegon, Provinsi Banten, Senin (23/02/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemkot Cilegon, seperti Plt. Sekretaris Daerah Kota Cilegon Azis Setia Ade Putra, Kepala Disperindag Kota Cilegon Didin S. Maulana, Kepala UPTD Pasar Kranggot Siti Rogayah, perwakilan ASPARINDO, serta Ketua Himpunan Pedagang Pasar Cilegon (HPPC) H. Sabilillah dengan Para Pedagang Pasar Kranggot.

Dalam sambutannya, Azis Setia Ade Putra menyampaikan bahwa sosialisasi dan penjaringan aspirasi ini merupakan bagian dari tahapan rencana revitalisasi Pasar Kranggot yang sebelumnya telah dibahas bersama Wali Kota Cilegon.
“Rencana peremajaan atau revitalisasi Pasar Kranggot sudah kami rapatkan dengan Wali Kota. Hari ini kami ingin mendengar langsung aspirasi para pedagang seperti apa,” ujarnya.
Azis menegaskan, meski ASPARINDO telah memiliki konsep pasar modern dan bersih, Pemerintah Kota Cilegon tetap memastikan seluruh pedagang dilibatkan dalam proses perencanaan agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan di lapangan.Ia mengakui, kondisi Pasar Kranggot saat ini masih kerap terlihat semrawut.
Penertiban yang dilakukan petugas sering kali tidak bertahan lama karena sejumlah pedagang kembali berjualan di bahu jalan.
“Seperti kita ketahui, meski sudah ditertibkan, paling dua minggu kembali semrawut. Pedagang yang tidak boleh berjualan di jalan kembali lagi,” katanya.

Berdasarkan kajian sementara, lanjut Azis, persoalan tersebut bukan semata-mata disebabkan ketidakdisiplinan pedagang, melainkan kapasitas pasar yang dinilai sudah tidak mencukupi.
“Setelah dikaji ulang, kemungkinan kapasitasnya kurang sehingga perlu peremajaan agar semua pedagang bisa tertampung,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua HPPC H. Sabilillah menyatakan pihaknya mendukung setiap program pemerintah, baik renovasi maupun revitalisasi, selama sistem yang diterapkan jelas, transparan, dan tidak membebani pedagang.
“Sejak pembangunan Pasar Kranggot pertama, kami selalu mendukung program pemerintah. Pada program renovasi atau revitalisasi apa pun namanya, kami siap mendukung asalkan sistemnya jelas, transparan, serta tidak memberatkan pedagang,” tegasnya.
(Red – TLC )



















































