Formasa Adakan Aksi Di Depan Gedung KPK, Minta KPK Turun Ke Kab. PALI Sumsel

INTIP24NEWS | JAKARTA – Forum Mahasiswa Sumatera Selatan (FORMASA-JABODETABEK) hari ini senin (05/05) mengadakan aksi demonstrasi di depan gedung merah putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dimana dalam tuntutannya yang disampaikan oleh koordinator aksi ‘Abraham’ mendesak KPK untuk melakukan Investigasi proyek Revitalisasi Danau Tanjung kurung kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan Yang telah menghabiskan anggaran Rp40 Miliar

Dikatakan ‘Abraham’ lagi, diduga adanya pengondisian penangan dalam tender proyek di Kabupaten PALI untuk menguntungkan pihak tertentu.

“Kami menduga proyek ini penuh praktik kecurangan dan Korup, dan adanya indikasi pengondisian dalam tender proyek ini, dan Proyek ini hanya menghamburkan uang rakyat dan tidak bermanfaat bagi masyarakat”

“Kami minta kepada pihak KPK untuk melakukan investigasi proyek 40 Miliar ini, karena kami menganggap ini sebagai pembajak uang rakyat.” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Menurut Abraham, KPK harus turun ke kabupaten PALI provinsi Sumatera Selatan dan segera tuntaskan dugaan kasus proyek tanjung kurung yang sudah menjadi opini liar masyarakat dan masih banyak juga proyek-proyek yang nilainya sangat fantastis di kabupaten PALI yang juga harus di periksa dan di investigasi ke lapangan oleh Pihak KPK.

“Kami meminta KPK turun ke Kabupaten PALI Sumsel dan periksa proyek revitalisasi t
Tanjung Kurung, dan banyak juga proyek yang nilainya fantastis di kabupaten PALI yang belum di rasakan oleh masyarakat”

“Jangan kasih ampun siapa pun yang mencoba melakukan korup dan mencari keuntungan pribadi terhadap pelaksanaan proyek proyek tersebut,” ujarnya.

Sambungnya, selain meminta pihak KPK untuk turun ke Kabupaten PALI, pihaknya juga meminta kepada KPK untuk memeriksa Bupati Kabupaten PALI (Heri Amalindo) dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) karena mereka merupakan penangung jawab atas terealisasinya proyek yang di nilai tidak bermanfaat tersebut.

“Selain meminta KPK turun Ke PALI, kami juga meminta KPK untuk memeriksa Heri Amalindo dan kepala Dinasnya Dengan itu maka dugaan telah terjadi kongkalikong dalam proyek tanjung kurung akan terbuka jelas,” paparnya.

“Semoga tuntutan kami didengar dan langsung ditindak lanjuti oleh KPK, namun kalau tidak maka dipastikan kami akan terus kawal kasus ini dengan menggeruduk KPK,” tutup Abraham [E]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *