Sebagaimana diberitakan,Khoirul menyebut kekosongan kursi Menko Polhukam pascamundurnya Mahfud, tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Jika melihat dinamika politik mutakhir yang berkembang, menjadi urgen dan relevan bagi Presiden Jokowi, kata dia, akan menarik Partai Demokrat ke dalam struktur pemerintahan.
Karena menurut dia, Jokowi perlu menambah awak di pemerintahan untuk mengantisipasi jika isu mundurnya sejumlah menteri kian mengancam stabilitas pemerintahannya. Selain itu lanjut Khoirul, Jokowi tidak lagi punya beban untuk mengajak Demokrat masuk di pemerintahan, setelah beberapa kesempatan sebelumnya diveto oleh Megawati untuk tidak memasukkan Demokrat ke dalam pemerintahan.
Khoirul menambahkan saat ini publik akan menantikan gebrakan dari PDIP untuk menarik kader-kadernya dari kabinet. Karena ia melihat keputusan Mahfud untuk mundur ini juga merepresentasikan sikap PDIP yang saat ini kian lantang menyatakan perang terbuka pada Jokowi.
“Pertanyaan selanjutnya, jika keputusan Mahfud mundur direstui Ketum PDIP Megawati, lalu apakah tujuh pos menteri dan Wakil Menteri PDIP di kabinet Jokowi saat ini juga akan diminta mundur, ataukah tetap diarahkan untuk bertahan di pemerintahan Jokowi? Jika ternyata PDIP memilih membiarkan para Menteri dan Wakil Menterinya bertahan di pemerintahan, hal itu mengindikasikan terjadinya inkonsistensi sikap politik PDIP,” ujar Khoirul.



















































