MAKI Sumsel : Hasil Audit BPK Pada APBD Sumsel 2019 Diduga Sarat Permainan Dan Kong Kali Kong

INTIP24NEWS | PALEMBANG – Sebelumnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah melakukan pemeriksaan dan audit terhadap pelaksanaan proyek APBD provinsi sumatera selatan. Berdasarkan surat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ke pemerintah provinsi sumatera selatan (Sumsel) No.01 yang di keluarkan pada tanggal 30 Oktober 2019 lalu pada pemeriksaan proyek-proyek fisik di dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) sumatera selatan

Dari hasil pemeriksaan tersebut diduga telah terjadi “kong kali kong” antara auditor BPK dan dinas terkait maupun pada pihak rekanan kontraktor,

Hal ini disampaikan langsung oleh Deputi MAKI Sumatera Selatan, Ir. Ferri Kurniawan, Jumat (16/04) berdasarkan informasi dari sumber yang ikut serta dalam rapat pembahasan hasil pemeriksaan dan temuan kerugian negara diduga telah terjadi “Kong kali kong” dan permainan antara pihak pihak terkait untuk mengurangi nilai temuan kerugian negara dari hasil audit tersebut.

menurutnya informasi dari sumber jumlah awal kerugian negara setelah melakukan deal-deal hanya sebesar 10% dari kerugian negara yang sebenarnya.

Bacaan Lainnya

Dipaparkan Ferri dari sejumlah data dari sumber dalam pemeriksaan tersebut antara lain.
Dalam pemeriksaan proyek jalan belitang jaya – Nusa Bakti dengan anggaran mencapai Rp.50.Miliar dan temuan awal kerugian negara diduga mencapai Rp.19.Miliar, namun kerugian negara dalam pemeriksaan proyek tersebut di hitung hanya Rp.1,9 Miliar.
Dimana kondisi fisik proyek tersebut saat ini diduga hampir 50% sudah mengalami kerusakan.

Lanjutnya lagi, dalam pemeriksaan proyek jalan Dabok Rejo-Batas OKI dimana temuan awal hasil Audit BPK diduga mencapai Rp.15 Miliar. Namun perhitungan hasil audit kerugian negara tersebut diduga hanya menjadi Rp.1,8 Miliar

Dari data data tersebut menurut Ferri adanya dugaan permainan “Kong Kali Kong” antara auditor BPK dan Pihak-pihak terkait dalam menentukan nilai kerugian negara.

Bahkan deputi MAKI sumsel tersebut dengan tegas mengatakan kalau BPK memang punya nyali dalam melakukan audit yang sebenarnya, MAKI sumsel akan siap mengawal ke lapangan dan memfasilitasi dalam melakukan audit dan pemeriksaan proyek proyek yang berada di provinsi sumatera selatan ini secara transparan dan terbuka dalam nilai kerugian negara tersebut.

Dikatakan Ferri, dari pantauannya banyak proyek proyek fisik terutama proyek infrastruktur jalan yang diduga sangat asal jadi, karena baru saja selsai di kerjakan sudah mengelupas dan hancur. Bahkan proyek di sumatera selatan ini bisa dibilang hanya bertahan seumur jagung namun anehnya hasil audit BPK banyak yang tidak mencerminkan hasil kondisi fisik proyek yang sebenarnya di sumsel bahkan umur bangunan diperkirakan hanya bertahan satu tahun dan akan di bangunkan kembali di anggaran tahun berikutnya, jelasnya [E*]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *