Pasokan Energi Alami Tekanan, Masyarakat Diminta Lebih Banyak di Rumah

JAKARTA | INTIP24 News – Dinamika geopolitik global mulai menekan sektor energi nasional sehingga memicu ketergantungan Indonesia pada impor minyak mentah dan produk bahan bakar dalam negeri mengalami kerentanan.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon dalam keterangan di Jakarta, Jumat (3/4/2026).

Dony mengingatkan, di tengah kondisi ini, peran masyarakat dalam efisiensi penggunaan energi menjadi krusial untuk menjaga ketahanan nasional.

“Dari pihak pengguna juga masyarakat, marilah kita mencoba berhemat. Kalau tidak perlu ke mana-mana, lebih baik kita di rumah saja supaya penggunaan energi bisa kita kurangi,” ujar Dony.

Bacaan Lainnya

Politikus PDIP itu secara terbuka mengakui, konflik di kawasan strategis, khususnya Timur Tengah, telah berdampak langsung pada kelancaran distribusi energi ke Indonesia.

“Kita harus jujur bahwasanya memang dampak dari geopolitik ini atau perang yang terjadi di Timur Tengah ini, membuat tersendatnya pasokan dari energi bagi negara kita hari ini,” jelas legislator dari Fraksi PDIP tersebut.

Dampak situasi global ini tidak hanya mengganggu ketersediaan, tetapi juga memicu kenaikan harga. Namun, Dony menyebut pemerintah masih berupaya menjaga stabilitas harga untuk komoditas yang mendapatkan subsidi agar tetap terjangkau oleh masyarakat.

“Terutama BBM yang bersubsidi dan juga LPG yang bersubsidi. Ini pemerintah supaya masyarakat jadi tenang dan ini juga pemerintah menahan harga itu dalam posisi yang saat ini ada harganya,” tambahnya.

Sementara untuk harga energi non-subsidi, Dony menegaskan bahwa perubahannya akan terus mengikuti mekanisme pasar dunia yang fluktuatif.

“Kita harus sadar bahwa BBM yang non-subsidi memang sudah setiap saat harganya naik turun karena mengikuti harga pasar dunia,” pungkas Dony.





Pos terkait