Pertemuan Presiden PKS dan Plt Ketua Umum PPP, Sebuah Isyarat Politik

19 Apr 2023 21:00 WIB

Oleh: KH. Ronggosutrisno Tahir

Silaturahmi antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berlangsung di kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta pusat, Kamis (20/4/2023).

Jajaran pimpinan DPP PKS yang dipimpin langsung Presiden PKS Ahmad Syaikhu disambut dengan penuh kehangatan oleh Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono beserta jajarannya.

Bacaan Lainnya

Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono yang ditemui oleh Presiden PKS Ahmad Syaikhu membicarakan tentang perkembangan dari masing-masing kubu koalisi yang memiliki kesamaan tujuan.

Pada kesempatan itu Plt ketua PPP
mengatakan, “Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Perubahan memiliki muara yang sama, yaitu Persatuan”.

“Biasanya seringkali pemilu terdapat pembelahan sesama anak bangsa, tapi kami ingin yang terbaik bagi negeri ini. Untuk mengantarkan kesejahteraan rakyat menjadi negara baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur,”

Boleh jadi, silaturahmi antara Presiden PKS dengan Plt. Ketua Umum PPP untuk menindak lanjuti hasil kajian internal masing-masing Koalisi Perubahan dengan KIB terhadap kondisi pergerakan politik yang serba spekulatif ini.

Di mana PPP dan PKS memiliki kesamaan diantaranya bahwa pemilu harus tetap dilaksana kan sesuai jadwal, yakni di tahun 2024. Soal ini
PKS dan PPP akan bersinergi.

Selain itu, PKS dan PPP berharap Mahkamah Konstitusi (MK) tak hanya akan memutuskan terkait pelaksanaan pemilu tertutup atau terbuka, melainkan juga memberikan solusi yang konstruktif bagi terlaksanananya pemilu yang jurdil sesuai amanat konstitusi.

Bahkan lebih jauh lagi, parpol dan komponen masyarakat berharap pelaksanaan pemilu harus semakin lebih baik dari sebelumnya. Dengan kata lain, masyarakat mendesak terlaksananya penyelenggaraan pemilu yang berkualitas.

Seperti diketahui, kedua partai berbeda koalisi, namun tidak menutup kemungkinan akan ada kerja sama politik ke depannya.

Dan silaturahmi pimpinan PKS dengan PPP tentu saja merupakan isyarat bakal adanya langkah-langkah strategis yang sedang diikhtiarkan. Pertemuan kedua tokoh politik itu pun diyakini atas restu dan sepengetahuan rekan koalisinya, sembari mencermati siapa kelak Cawapres yang akan di pilih PDIP sebagai pendamping Ganjar Pranowo.

Soal siapa gerangan Cawapres untuk Capres Ganjar Pranowo pilihan PDIP, sudah tentu bakal mempengaruhi konstalasi dari kontestasi Pilpres 2024. Dua pasang atawa tiga pasang Capres Cawapres, nantinya justru sangat menguntungkan poros Politik Perubahan. Dan artinya Anies Baswedan bakal menjadi Presiden RI 2024-2029.

KH. Ronggosutrisno Tahir/ intip24

Pos terkait