SOLO|INTIP24News.com — Pimpinan Pusat (PP) Tapak Suci Putera Muhammadiyah resmi membuka Penataran Pelatih dan Wasit-Juri Nasional Tapak Suci 2025. Kegiatan strategis ini digelar untuk meningkatkan standar kompetensi pelatih serta wasit-juri agar mampu menjawab tantangan di tingkat nasional maupun internasional.
Pembukaan berlangsung pada Senin (10/12/2025) di Hotel Dewangsa Lor In, Sukoharjo, mengusung tema “Tapak Suci Menjaga Tradisi, Selalu Berkontribusi dan Berprestasi untuk Negeri.” Acara dibuka langsung oleh Ketua PP Tapak Suci, Drs. H. M. Afnan Hadikusumo, P.Br.
Tahun ini, penataran diikuti 93 peserta dari 12 provinsi, terdiri dari 40 wasit dan 53 pelatih, serta didukung oleh 21 panitia dan narasumber.
Dalam sambutannya, Afnan menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelatih dan wasit-juri demi menjaga daya saing Tapak Suci di berbagai level.
“Prestasi kita selama hampir tujuh tahun terakhir terus meningkat. Namun kita tidak boleh berpuas diri. Peningkatan kualitas harus terus dilakukan, salah satunya melalui penataran seperti ini,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta kehadiran peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
Menyongsong Kebutuhan Global
Afnan menyoroti visi global Tapak Suci, terlebih setelah beberapa pelatihnya dikirim ke luar negeri dalam program Pencak Silat Go to Olympic. Ia menekankan bahwa kemampuan bahasa asing kini menjadi kebutuhan mendesak bagi para pelatih dan wasit-juri.
“Permintaan pelatih dan wasit dari luar negeri semakin besar. Kita harus siap. Bahasa asing menjadi syarat penting agar kader kita dapat menjawab kebutuhan global,” tegasnya.
Rencana Pembangunan Padepokan Modern
Pada kesempatan yang sama, PP Tapak Suci memaparkan rencana pembangunan Padepokan Modern Tapak Suci di Yogyakarta. Padepokan seluas 2.000 meter persegi itu akan dirancang menyerupai fasilitas stadion dan menjadi pusat pelatihan terpadu untuk atlet, pelatih, serta wasit-juri.
Fasilitas tersebut akan dilengkapi sarana olahraga modern dan penginapan representatif. Afnan berharap dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah, agar pembangunan dapat berjalan lancar dan menghadirkan pusat pembinaan berstandar internasional.
Pembinaan Fisik, Mental, dan Spiritual
Afnan menegaskan bahwa Tapak Suci memiliki dua peran besar: mencetak kader bangsa yang berprestasi dan kader Muhammadiyah yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman. Karena itu, penataran tidak hanya menekankan aspek fisik dan teknik, tetapi juga penguatan mental dan spiritual.
“Fisik dan kecepatan saja tidak cukup. Mentalitas itu lebih penting. Karena itu pelatihan ini juga menguatkan sisi rohani dan mental para peserta,” ujarnya.
Tokoh yang Hadir
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya:
Drs. H. M. Afnan Hadikusumo, P.Br – Ketua PP Tapak Suci
H.A. Fanan Hasanudin, P.Br – Sekretaris Umum PP Tapak Suci
Cucu Sundara – Perwakilan Asdep Deputi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Kemenpora RI
H. Wiwaha Santosa, S.Pd – Ketua PW Tapak Suci 06 Jawa Tengah
Dr. H. Rony Syaifullah, M.Pd, P.Ua – Ketua Panitia & Pelatih Nasional PB IPSI
Melalui penataran ini, PP Tapak Suci berkomitmen mencetak pelatih dan wasit-juri yang profesional, berintegritas, dan mampu menjamin kualitas pertandingan yang adil serta berstandar tinggi.
(Red – Sumber SM)
















































