OPINI

Kegelisahan Mak Tinah, Potret Marjinalisasi Kebijakan

Oleh Hasan Munawar Mak Tinah kini terbaring di kamar yang serba tertutup dari keriangan canda tawa tetangga sekitar. Ia sengaja mengurung diri jika hari beranjak siang dan menghindar bertemu orang-orang yang bergiliran datang menagih hutang. Kondisi ini ia jalani sejak terlilit utang harian, mingguan bahkan bulanan dari kreditur keliling dari rumah ke rumah yang datang sejak pukul 9 pagi hingga pukul 16 sore. Jumlah yang

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.