Kini, keberadaan terowongan itu jadi momok bagi tentara Israel, IDF berupaya menggempur kota yang di bawahnya terdapat terowongan-terowongan.
Perang memasuki satu bulan di mana 1700 warga Israel dan lebih dari 9000 warga Palestina terbunuh.
Israel dibantu tentara khusus AS terus menggempur Gaza dan berupaya membumi hanguskan terowongan beserta isinya.
Pejuang militan Hamas memanfaatkan betul keberadaan terowongan di bawah Gaza ini. Mereka berperang gerilya seperti saat tentara Vietnam melawan Amerika Serikat.
Dan ini yang akan membuat konflik semakin panjang.
Kesimpulan…
Konflik Arab-Israel dan khususnya permasalahan di Gaza sering dikatakan sebagai akibat dari kebencian, baik dari satu pihak atau pihak lain.
Namun pada kenyataannya, selama lebih dari seratus tahun nasib Gaza ditentukan oleh keputusan-keputusan yang sering kali tampak masuk akal dan manusiawi pada saat itu, namun pada kenyataannya ternyata konyol dan tidak bertanggung jawab. Niat buruk, ketidakmampuan yang bermaksud baik, kekejaman, dan chauvinisme semuanya berperan dalam hal ini.
Namun hal tersebut tidak hanya terjadi pada pihak tertentu saja, termasuk para pemimpin Israel dan Palestina. Drama Timur Tengah dengan jelas menunjukkan betapa mudahnya membiarkan jin kekerasan dan kebencian keluar dari wadahnya, dan betapa sulitnya untuk mengusirnya kembali.
Sampai saat ini, belum ada yang berhasil memasukkan jin kembali ke dalam botol, bahkan setelah upaya selama satu abad.
Ditulis
Oleh Roman Shumov,
sejarawan Rusia yang berfokus pada konflik dan politik internasional.
Disadur dan diedit
Oleh Hasan Munawar
























































