Duel Dramatis Aljazair Versus Austria Berakhir Imbang 3-3, Iran Gagal Lolos ke Fase Gugur

INTIP24 News — Timnas Aljazair dan timnas Austria menyajikan pertandingan paling dramatis pada fase grup Piala Dunia 2026. Pasalnya duel kedua tim mempengaruhi klasemen.peringkat 3 terbaik untuk lolos ke fase gugur.

Kedua tim.mengakhiri laga dengan berbagi poin imbang 3-3 dalam laga terakhir Grup G di Arrowhead Stadium, Kansas City, Minggu (28/6/2026) siang WIB.

Jalannya pertandingan babak pertama kedua tim tidak terlalu gencar menyerang, hasil seri cukup mengantarkan keduanya lolos ke 32 Besar.

Gol pembuka tercipta dari umpan terobosan indah David Alaba telah mengubah alur permainan secara drastis. Marko Arnautovic menyambar bola dan dengan tenang mengarahkannya ke gawang Oussama Benbot, skor berubah 1-0.

Bacaan Lainnya

Gol tersebut mengubah segalanya secara drastis bagi Aljazair, yang tiba-tiba harus mencetak gol untuk menghindari tersingkir. Les Fennecs beberapa kali mengancam gawang Austria, namun ketajaman dalam penyelesaian akhir masih kurang.

Menjelang akhir babak pertama, Aljazair akhirnya berhasil menyamakan kedudukan.

Sebuah umpan panjang, yang secara mengejutkan bagi mantan pemain PSV Phillipp Mwene, masuk ke gawang melalui tiang sudut. Mahrez mengambil bola dan mengoperkannya kepada Rafik Belghali yang melepaskan tendangan keras ke sudut dekat, skor imbang 1-1 hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Austria langsung meningkatkan intensitas serabgan. Meski tempo pertandingan sempat melambat karena kedua tim menyadari hasil imbang menguntungkan mereka, Austria berhasil kembali memimpin pada menit ke-54.

Serangan balik cepat diawali pergerakan Nicolas Seiwald yang menusuk dari sisi kanan sebelum mengirim umpan tarik ke depan kotak penalti.

Marcel Sabitzer datang tanpa kawalan dan menghantam bola dengan sepakan keras berkekuatan lebih dari 100 kilometer per jam yang gagal diantisipasi kiper Aljazair.

Austria kembali unggul 2-1. Keunggulan itu tidak bertahan lama. Enam menit kemudian, Aljazair menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Sebuah penetrasi dari sisi kiri menghasilkan umpan mendatar melintasi muka gawang.

Riyad Mahrez yang berdiri bebas di tiang jauh tinggal mendorong bola ke gawang kosong pada menit ke-60. Gol tersebut menjadi gol pertama Mahrez pada Piala Dunia 2026.

Setelah skor kembali imbang, ritme pertandingan berubah drastis. Kedua tim tampak enggan mengambil risiko karena hasil seri cukup untuk mengantarkan mereka lolos ke babak gugur.

Bola lebih banyak berputar di lini belakang masing-masing tim, sementara peluang berbahaya nyaris tidak tercipta sepanjang 20 menit terakhir waktu normal.

Tetapi, drama luar biasa terjadi pada masa injury time. Memasuki menit ke-90+4, Austria kehilangan konsentrasi di lini belakang.

Riyad Mahrez memanfaatkan kelengahan tersebut dengan berlari di belakang pertahanan lawan sebelum melepaskan tembakan mendatar yang bersarang di pojok bawah gawang. Gol itu membawa Aljazair berbalik unggul 3-2.

Gol Mahrez seketika mengubah peta persaingan grup. Jika skor bertahan, Austria dipastikan tersingkir, sedangkan Iran akan merebut tiket ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Tetapi, Austria belum menyerah.

Hanya semenit berselang, tepat pada menit ke-90+5, mereka mendapatkan kesempatan terakhir. Dalam kemelut di depan gawang Aljazair, Sasa Kalajdzic berhasil menyambar bola dan mencetak gol penyeimbang menjadi 3-3.

Gol Kalajdzic menyelamatkan Austria dari ambang eliminasi sekaligus memastikan mereka tetap melaju ke fase gugur.

Peluit panjang akhirnya dibunyikan dengan skor 3-3. Hasil tersebut memastikan Aljazair dan Austria sama-sama lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Aljazair melangkah sebagai runner-up grup dan dijadwalkan menghadapi Swiss, sedangkan Austria akan berjumpa dengan Spanyol.

Sementara itu, Iran harus mengubur mimpi melaju ke fase gugur setelah kehilangan tempat di daftar tim peringkat ketiga terbaik akibat gol penyeimbang Austria pada detik-detik terakhir pertandingan.

Susunan pemain kedua tim

Aljazair (4-2-3-1): Benbot; Hadjam, Bensebaini, Mandi, Belghali; Maza, Aouar; Chaibi, Bentaleb, Mahrez; Gouiri

Pelatih: Vladimir Petkovic

Austria (4-2-3-1): A.Schlager; Mwene, Alaba, Lienhart, Posch; X.Schlager, Seiwald; Sabitzer, Laimer, Schmid; Arnautovic

Pelatih: Ralf Rangnick



Pos terkait