3 Tahun Terisolir, Muspika Cabangbungin Dan Warga Bergotong Royong Perbaiki Tanggul Citarum Kritis

INTIP24NEWS | BEKASI – Gabungan petugas dan muspika Cabangbungin Kabupaten Bekasi beserta masyarakat ikut bergotong-goyang untuk memperbaiki tanggul kali Citarum sepanjang hampir 1 km dikampung tapak serang Desa Lenggahjaya yang sebelumnya hampir tiga tahun ter,isolir

Penanganan perbaikan tanggul kali Citarum tersebut disambut antusias masyarakat walaupun tidak permanen dan walaupun bersipat sementara karena kewenangan sepenuhnya tanggul kali Citarum dibawah naungan BBWS Citarum

Perbaikan tanggul kali Citarum tersebut dengan cara memasang Bambu crucuk di tanggul yang kritis, turut hadir Petugas Dansektor Dua puluh dan beberapa kepala desa kecamatan Cabangbungin ikut serta dalam bergotong royong guna untuk mencegah terjadinya tanggul jebol apalagi sudah mulai musim hujan

” Saya mohon kepada Bupati agar melihat kondisi tanggul di desa kami, karena saya sudah berulang kali berkirim surat ke BBWS namun tidak pernah ada tanggapan, Intinya kami sangat merasa resah dan khwatir dengan tanggul kritis yang ada di Desa Lenggahjaya, jangan sampai kejadian tragedi diwaktu itu,”kata Sadih M Farhan Kepala Desa Lenggahjaya dengan penuh kecemasan. Kamis 16 September 2021

Bacaan Lainnya

Rasa khawatir masyarakat Cabangbungin pun terus menerus menghantui mengingat sebelumnya tragedi jebol nya tanggul kali Citarum dibabakan Banten kecamatan Pebayuran sehingga ia meminta kepada Bupati Kabupaten Bekasi Dani Ramdan agar melihat dan membantu diperbaiki mengingat kondisi tanggul kali Citarum yang sudah tiga tahun belum juga diperbaiki

Hal senada dikatakan Asep Buchori Camat Cabangbungin saat diminta keterangan terkait kegiatan perbaikan tanggul kali Citarum, langkah upaya Muspika dan beberapa Desa hanya sebatas antisipasi, sambil menunggu perbaikan dari Bbwsc untuk memperbaiki secara permanen.

“Antisipasi atau upaya muspika dan pemerintahan desa u memperkuat tanggul yg kritis, sambil menunggu langkah kongkrit dari bbwsc u memperbaiki tànggul kritis Secara permanen.” Tutup Asep Buchori



Pos terkait